Denim yang Gak Dicuci 6 Bulan..?
Kemarin saya ngantar adik beli salah satu denim -semacam celana jeans,tapi kata orang kualitasnya dibawah jeans dikit.. entahlah- yang katanya bakal bagus setelah dipake dan tidak dicuci selama 6 bulan. Pikir saya bagus juga ada celana yang ngak perlu dicuci, hemat deterjen dan air. Saat lihat harganya yang berkisar di antara setengah juta, sungguh fantastis mendengar kenyataan bahwa denim tersebut sangat laris diserbu customer lokal.
Selidik punya selidik, ternyata produsen denim tersebut menggelar kompetisi model jeans yang terbentuk setelah ngak dicuci selama 6 bulan. Hmm.. ok juga idenya, faktanya memang jurus ampuh untuk menarik minat customer. Banyak juga yang tertantang untuk menderita mengenakan pakaian yang ngak dicuci selama 6 bulan demi uang dengan nominal lumayan besar untuk satu orang pemenang, ya.. meskipun hadiahnya cuma untuk seorang saja.
Oya.. yang saya bingungkan mau diapakan denim tersebut setelah 6 bulan ya..? Masih dipake..? Dibuang..? Dijual..? Dipigura..? Hmm.. atau malah dicuci..? hehehe…
Minum Teh Sebelum Ngaji
Waktu kecil dulu, Pak Syamsu -guru ngaji saya- bilang sebaiknya jangan minum teh klo mau ngaji, menyanyi maupun sedang berbicara di depan umum. Katanya suara kita bakal berat sehingga lidah dan bibir akan sulit diangkat. Hmm.. entah fakta atau cuma mitos, tapi pengalaman saya sih ternyata benar. Terutama saat ngaji, hmm.. atau emang sayanya aja ya yang ngak fokus. Tapi ingat perkataan tersebut, saya pun enggan minum suguhan teh manis pada saat diskusi atau acara-acara yang menuntut untuk mengeluarkan suara.
Benar apa tidaknya, silahkan dicoba saja. Minum dulu teh manis sebelum ngaji kemudian rasakan bedanya dengan minum air putih hangat sebelum ngaji. Saya rasa sih beda.. hehe..
Pukul Terus Sampai Belah Dua
Kasihan banget nih bola, padahal baru dibeli. Gara-gara dipukul terus selama kurang lebih 4 jam, akhirnya pecah juga. Mukulnya gimana dan pake apa nih..?
Penipuan Lewat Telpon
Suatu hari saya (S) ditelpon jam 9 pagi oleh Tukang Tipu (TT) – bukan nama sebenarnya.
TT: “Betul ini nomer telpon atas nama Bapak A – Nama ayah saya -?”
S: “Iya Betul,Bapak cari siapa..?”
TT: “Bapak sudah mendengar informasi dari acara televisi Gebyar Telkom di Trans jam 11 malam kemarin?”
S: “Wah, saya tidak tahu tuh. Ada apa ya Pak?”
TT: “Selamat, Bapak beruntung telah terpilih menjadi salah satu pemenang program Gebyar Telkom. Saya dari Telkom Bandung, dan Bapak silahkan menghubungi pihak Telkom Jakarta pada nomer telpon 021-lupa lagi-.”
S: “OK, oya ini dengan Bapak siapa? di Telkom sebagai apa ya?”
TT: “Saya hanya penyampai pesan,Pak.”
S: “OK, dan saya harus menghubungi siapa di Jakarta?”
TT: “Bapak Haji -lupa lagi-.”
S: “Jabatannya apa, Pak?”
TT: “Staf, Pak. Penanggung jawab program ini.”
S: “Oh.. baiklah klo begitu.”
TT: “Selamat ya, Pak.”
S: “Ya.. ya.. mau nipu ngak usah pake selamat-selamat deh.”
Tuutt.. Tuutt.. Tuutt.. -putus-
Saya pun menutup telpon kemudian berangkat ke kantor.
Salah Satu Alamamater Ku Nan Jauh di Sana
Lokasinya deket MSU, kampus tempat Ayah saya mengambil program masternya. Mungkin biar gampang antar jemput kali ya..
Tempat tinggal kami pertama kali adalah di titik no.1 sebelum akhirnya pindah ke Jln. North Nash yang ditunjukkan titik no.2. Kenangan tersendiri tinggal di sini. Menunggu bus sekolah pagi-pagi buta jam 6, dikejar-kejar anjing saat bermain sepeda di titik A, mengaji tiap sore saat sabtu dan minggu di Mississippi Islamic Center (sebenarnya dulu hanya berbentuk masjid kecil dimana umat muslim di sekitarnya melaksanakan shalat berjamaah, berkumpul dan mengaji Al-Qur’an), hingga merasakan dinginnya salju di akhir tahun.
Ini dia jarak tempuh yang harus ditelusuri bus sekolah saat pergi dan pulang sekolah. Mr. Douglas, pria ramah berbadan gempal berkulit hitam tanpa sehelai rambut di kepalanya menjadi jendral bus sekolah kami dan pantang baginya disusul oleh bus sekolah lainnya. Dengan gaya hip-hop zaman dulu, Mr. Douglas menyemangati kami dengan teriakan-teriakan yang saat itu saya tidak tau artinya.. haha.. yang penting saya teriak ‘yeaaahh…!!’ sambil mengacungkan tinju.. hahaha..
Oya, saat Mississippi Buldogs – klub football – akan berlaga, maka kami semua akan diliburkan. Semua masyarakat pasti terfokus pada pertandingan. Jln. North Nash pun akan padat dengan mobil-mobil yang terparkir. Ribuan manusia berbondong-bondong menuju stadion yang jaraknya tidak jauh dari sana. Bahkan masyarakat di sana rela mengenakan kostum-kostum yang ribet sambil berjalan berkilometer jauhnya demi menyaksikan klub kesayangannya. Maklum saja, Mississippi Bulldogs adalah salah satu klub football yang sangat disegani di dunia per-fooball-an. Hmm.. klo dibandingin, mungkin MUnya soccer lah.. hehehe..
Haha.. pagi-pagi malah nostalgia saat sekolah SD dulu.. Gak kerasa waktu berjalan cepat dan sekarang harus kuliah di program doktor. Mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi penyemangat buat belajar menjadi lebih baik..
Shock Therapy ala Mahasiswa Baru
Baru beberapa jam saya menjadi mahasiswa abadi, shock therapy sudah saya terima. Ceritanya begini.. Pagi hari dari jam 7 saya sudah antre di depan loket 5 untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Dengan ekspresi mengantuk layaknya orang belum tidur, saya pasrah berdiri di depan loket karena loket baru buka pukul 8. Yaa.. kira-kira sejam mengikuti prosedur saya pun resmi menjadi mahasiswa lagi untuk.. hmm.. ya.. ke sekian kalinya lah..
Prosedur yang terakhir adalah perwalian on-line dan tatap muka dengan pembimbing. Saat mengisi perwalian on-line, hmm.. saya bingung dengan matakuliah yang harus saya kontrak. Setelah bertanya sana-sini, akhirnya terpilih 3 mata kuliah yang sepertinya akan menyita 80% waktu saya untuk satu semester ke depan. Tugas terakhir adalah tatap muka dengan pembimbing.
OK.. tak ada masalah dengan mata kuliah yang saya kontrak. Selanjutnya kita diskusi….Hahaha.. saya cuman bisa cengar-cengir menertawakan kebodohan saya. Apa itu state of the art..? Apa itu istilah-istilah yang disebutkan Profesor..? Sadar dengan kebingungan saya, Prof. ternyata telah menuliskan beberapa kata kunci pada secarik kertas post-it yang bisa saya bawa pulang dan HARUS DIPAHAMI MINGGU INI. APAAAA…?????
Itu belum seberapa.. semua hasil pemahaman kata kunci itu pun harus disampaikan secara menyeluruh beserta dengan SIMULATOR BUATAN SENDIRI SESUAI DENGAN KONSEP YANG ADA. WHAAATTT…??????? Sesaat saya pun lupa bahwa saat itu saya belum tidur dari kemarin. Kata kunci yang diberikan Prof. seolah-olah menari-nari riang diotak saya seolah-olah menyoraki shock therapy yang saya terima. Syukurnya banyak orang yang mendukung saya, ternyata saya tidak sendirian. Selanjutnya, saya harus lebih pandai berhitung untuk melalui semua ini.
Hitungan jari saja, minggu ini sisa 3 hari kerja. Kurangi satu hari kerja buat kepentingan mengajar, jadi 2 hari kerja. Kurangi satu hari lagi untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, sisa 1 hari dan itu hari Kamis besok. Saya mengutip perkataan partner saya, “Welcome to the jungle!”.





Komentar Terupdate