Category: Teknologi Informasi

Our Meeting Aren’t Like Meeting

20160118_092315
Mendengar presentasi dari salah seorang anggota lab.
20160118_092843
Audience meeting.

Suasana apel pagi Smart City Community & Innovation Center. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap hari Senin pukul 8.45 pagi. Biasanya kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 pagi.

Advertisements

Penggaris Bilangan Prima

Studio_20150712_035104

Penggaris bilangan prima.

Benda ini saya peroleh sebagai memento dari kunjungan Kyoto University ke kantor saya di STEI ITB akhir tahun 2014 yang lalu. Sesaat setelah saya mengakhiri acara (saat itu saya menjadi moderator), seorang perwakilan dari Kyoto University menyerahkan bingkisan kenang-kenangan kepada kami, saya diberi 2 saat itu. Isinya ada beberapa unit buku, pembatas buku warna emas berukirkan gedung kampus utama Kyoto University, dan satu unit penggaris ini.

Dari awal saya menerima benda ini saya tidak tahu apa gunanya, bahkan tidak perhatikan angkanya. Hingga kemarin malam saya memperhatikan dengan seksama, ternyata itu adalah penggaris 18 cm dan angka yang tertera di sana hanya bilangan prima < 18 cm. Tidak ada angka 1 karena secara teori angka 1 bukan bilangan prima.

Saat itu pula saya coba membuat garis dari 1 cm, 2 cm, 3 cm, …, 18 cm. Ternyata memang bisa, bahkan tanpa kesulitan berarti. Memang butuh berfikir sedikit, namun sepertinya tidak terlalu sulit. Saya coba berselancar di internet, berharap dapat memahami apa yang sedang dipikirkan pencipta produk ini. Saya tidak betul-betul paham soal sistem bilangan ini, apalagi kaitannya dengan komputasi di sistem komputer. Namun ada filosofi yang menarik, intinya soal memanfaatkan weakness menjadi strength dengan membiasakan diri pada kondisi yang tidak nyaman. Dengan melatih diri pada kondisi yang tidak nyaman maka kita bisa mengukur kemampuan diri sendiri dan jika kita berusaha sungguh-sungguh secara tidak langsung akan mentransformasi kelemahan tersebut menjadi kekuatan. Hmm.. mungkin ada filosofi lain, pelan-pelan akan saya pelajari lebih lanjut.

Teknik Menggunakan Beberapa Sound Sekaligus pada AS2

Bismillah,

Halo..

Masih seputar tutorial menggunakan sound pada Flash yang merupakan pencarian terbanyak pada blog ini (berdasarkan statistik wordpress), kali ini akan dibahas tentang teknik-teknik yang sering digunakan untuk mensiasati penggunaan lebih dari satu sound. Oya, bagi yang belum mengetahui teknik menambahkan sound dengan metode streaming pada AS2 dapat dilihat di sini.

Berikut adalah contoh script untuk menambahkan dua sound sekaligus menggunakan teknik streaming.

5

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar pengaturan penggunaan sound lebih dari satu.

Pertanyaan #1: Bagaimana memulai sound ke 2 setelah sound ke 1 selesai dimainkan?

Gunakan function onSoundComplete, seperti pada script berikut ini.6

Pertanyaan #2: Bagaimana memainkan salah satu sound saja dengan trigger tombol sehingga sound tidak bentrok?

Buatlah dua symbol button dan beri instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn”.

7Gunakan script berikut ini untuk memulai sound menggunakan trigger tombol. Script berikut menggunakan function stopAllSounds() untuk menghentikan seluruh sound yang sedang aktif.

8

Pertanyaan #3: Bagaimana nonaktifkan sound apabila ada sound lain yang dimainkan dengan kondisi apabila sound lain tersebut dinonaktifkan maka sound sebelumnya akan kembali aktif  namun dimulai dari posisi saat dinonaktifkan dan bukan dari awal?

Masih menggunakan dua symbol button yang diberi instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn” seperti pada pertanyaan #2, kemudian gunakan variabel yang menyimpan posisi terakhir pada saat sound dinonaktifkan. Misal pada script berikut saya gunakan variabel “pause1” dan “pause2” bertipe Number.  Function untuk menentukan posisi sound adalah function position. Pembagian dengan 1000 artinya untuk mengkonversi nilai variabel menjadi milidetik.

9

Pertanyaan #4: Bagaimana mengecilkan volume salah satu sound apabila ada sound lain yang dimainkan ?

Masih menggunakan dua symbol button yang diberi instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn” seperti pada pertanyaan #2, kemudian gunakan function setVolume() untuk mengatur volume sound seperti pada script berikut.

10

Tiga Langkah Membuat Desain Produk yang Detail

Sebuah desain dasar suatu produk perlu didetailkan agar dapat diproduksi dan diimplementasikan. Berikut adalah 3 langkah membuat desain menjadi detail.

  1. Gunakan cara analitis untuk memperoleh model formulasi problem dari desain produk.
  2. Jika problem tidak dapat disimpulkan dengan cara analitis, maka lakukan langkah eksperimen (coba-coba sehingga diperoleh formula aproximasi).
  3. Gambar desain secara detail. Ciri-cirinya adalah desain itu sudah memiliki parameter dimensi bentuk, jenis bahan, dll.

Cara Menambahkan Sound pada Flash (Dengan AS2)

Bismillah.

Hai..

Mengingat pencarian terhadap blog 2Persen paling banyak di tutorial Flash, khususnya pada halaman tutorial teknik dasar menambahkan sound pada Flash, maka halaman ini adalah lanjutannya.

Apabila sudah menguasai teknik dasar menambahkan sound pada Flash, maka selanjutnya yang harus diketahui adalah teknik-teknik pemrograman sound menggunakan actionscript (AS). Versi AS yang digunakan masih melanjutkan tulisan yang lama yaitu AS2. Lain waktu akan tulis yang versi As3. Perlu diketahui bahwa menambahkan sound pada Flash ada 2 cara (yang saya ketahui), yaitu pada frame seperti pada tulisan terdahulu, dan menggunakan AS seperti yang akan kita bahas.

Cara #1, dengan import to library sound yang digunakan.

Fungsinya adalah untuk meng-embed sound pada program. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Import to library sound yang dibutuhkan. Lihat kembali tulisan sebelumnya untuk melihat caranya.
  • Buka panel library > klik kanan pada sound yang sudah di-import > pilih properties.

1

  • Pada jendela properties klik advance > centang export for actionscript > isi identifier dengan “sound” > OK.

2

  • Klik pada frame 1, buka panel action (tekan tombol keyboard F9).
  • Masukkan script berikut kemudian jalankan movie (ctrl + enter).

3

Cara #2, dengan memanggil path file sound yang digunakan.

Fungsinya adalah untuk membuat sound lebih dinamis dan dapat diubah tanpa mengubah program. Ya.. mirip-mirip seperti music player. Teknik ini dikatakan juga dengan streaming sound. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Simpan file sound satu folder dengan file program, atau boleh tidak satu folder asalkan tidak salah path saja. Jika satu folder maka tidak sulit untuk menentukan path-nya. Pada tulisan ini nama file yang saya gunakan adalah “sound.mp3”, saya simpan satu folder dengan file flash.
  • Klik pada frame 1, buka panel action (tekan tombol keyboard F9).
  • Masukkan script berikut kemudian jalankan movie (ctrl + enter).

4

Oya, jika sound tidak jalan namun tidak ada peringatan error apapun, siapa tahu sound tersebut tidak kompatibel dengan Flash atau butuh install codec (compression/decompression) tambahan.

Lebih advance lagi, cek lebih lanjut di sini.

Problem Single Robot SLAM

  Representasi grafis problem yang muncul pada single robot SLAM. Error pada odometry robot dan error pada pengukuran sensor berkontribusi pada terbentuknya peta yang clutered. Solusinya adalah perlu adanya prosedur propagasi terhadap kedua error tersebut.

Solusi Kekurangan Daya

Power Bank

Bertambah satu lagi daftar yang harus dibawa di dalam tas, power bank yang dilengkapi banyak konektor untuk telepon genggam. Sayangnya hanya bisa dinikmati oleh iphone saya dan smart phone sejenisnya, sedangkan motorola ROKR E1 saya harus bersabar dulu karena sekarang sudah tidak ada yang jual konektornya. Tapi itu tidak masalah, karena si E1 ini mampu bertahan hidup sampai dengan empat hari lamanya.

Walaupun power bank ini dapat menjadi solusi kekurangan daya, namun tetap saja memiliki kekurangan. Daftar barang yang harus dibawa semakin banyak serta beban juga semakin berat saja. Coba kalau ada telepon genggam yang bisa menyedot energi alam. Pasti seru.. haha..