Warna-Warni Festival Teluk Humbold 2017

Ini kali pertama saya ke tanah Papua, Kota Jayapura. Akhirnya kita bertemu, tanah di ujung timur negeriku. Saya turut membawa kamera DSLR saya ke sini, berharap ada momen bagus yang bisa saya capture. Nanti saja cerita perjalanan saya ke sini, kali ini momen bagus yang dimaksud tanpa disangka muncul dalam bentuk Festival Teluk Humbold. Pucuk dicinta, ulam tiba..

Persiapan Festival Teluk Humbold sudah dimulai sejak pagi buta, namun karena kendala cuaca, hampir tengah siang acara belum dimulai. Tampak pemain orgen sedang melakukan check sound berkali-kali.
Tan Pariwisata Port Numbay menyiapkan topi yang terbuat dari bulu berwarna kuning untuk dipasangkan di kepala tamu VIP. Tampak genangan air di arena festival sisa hujan deras beberapa menit yang lalu. Meskipun demikian, semangat masyarakat tetap besar untuk mensukseskan acara ini.
Entah dari jam berapa bapak-bapak petugas ini berdiri di sini, ini adalah bagian dari protokoler tamu penting di Festival Teluk Humbold.
Pemuda pemudi para duta wisata Port Numbay kebanggaan kota Jayapura.
Mendengar tamu VIP sudah dekat, sang Chief melakukan monitoring terakhir dan memerintahkan seluruh anggotanya bersiap untuk upacara penyambutan.
Salah satu grup penari pun melakukan briefing terakhir menjelang pembukaan Festival Teluk Humbold.
Seorang penyanyi bergaya reggae menghibur para tamu yang tampak mulai bosan akibat delay acara.

Acara ini pada awalnya direncanakan dimulai pukul 9.00 WIT. Saya dengar akan ada sambutan besar di acara pembukaan festival yang dihadiri Wakil Gubernur Papua, Walikota dan Wakil Walikota Jayapura karena sehari sebelumnya kota Jayapura baru saja menerima anugerah Adipura. Apa daya, manusia berencana Allah menentukan. Pagi itu Jayapura diguyur hujan deras yang mengakibatkan banjir dan longsor. Bapak Walikota yang direncanakan mendarat di Sentani di pagi hari terpaksa ditunda pendaratannya karena bandara Sentani tidak bisa didarati pesawat. Acara pun mundur hingga pukul 11.30 WIT. Hujan hanya meninggalkan gerimis kecil, Tan dan Monj Pariwisata Port Numbay Jayapura pun mulai bersiap, berdiri dengan gagah dan anggun menyambut Wakil Gubernur Papua jajaran Muspida kota Jayapura.

Bapak Walikota Jayapura yang kemarin baru saja menerima anugerah Adipura di Jakarta untuk kota yang dipimpinnya.
Wakil Gubernur Papua dan Wakil Walikota Jayapura didampingi Tan dan Monj Port Numbay dengan ramah menyalami masyarakat yang sudah menanti kehadirannya di Festival Teluk Humbold.
Lagu-lagu tradisional Papua mulai dinyanyikan saat tamu VIP memasuki arena festival, suasana seketika menjadi.. hmm.. menjadi apa ya.. seru mungkin kalimat yang tepat. Teriakan-teriakan, nyanyian, tarian terasa menyatu.
Sambil memainkan tifa, alat musik pukul khas Papua, para penari ini merentakkan kakinya dan membentuk lingkaran besar.

Setelah tanya sana-sini, ternyata festival tahun 2017 ini adalah yang ke-9 kalinya. Festival ini menampilkan budaya dan karya seni masyarakat Papua. Sayang.. saya hanya bisa menyaksikan hari pertamanya saja, esok harinya saya harus terbang kembali ke Bandung, kota tempat tinggal saya. Oya.. Teluk Humbold ini nama lainnya adalah Teluk Yos Sudarso.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s