Category: Teknik Multimedia

Teknik Menggunakan Beberapa Sound Sekaligus pada AS2

Bismillah,

Halo..

Masih seputar tutorial menggunakan sound pada Flash yang merupakan pencarian terbanyak pada blog ini (berdasarkan statistik wordpress), kali ini akan dibahas tentang teknik-teknik yang sering digunakan untuk mensiasati penggunaan lebih dari satu sound. Oya, bagi yang belum mengetahui teknik menambahkan sound dengan metode streaming pada AS2 dapat dilihat di sini.

Berikut adalah contoh script untuk menambahkan dua sound sekaligus menggunakan teknik streaming.

5

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar pengaturan penggunaan sound lebih dari satu.

Pertanyaan #1: Bagaimana memulai sound ke 2 setelah sound ke 1 selesai dimainkan?

Gunakan function onSoundComplete, seperti pada script berikut ini.6

Pertanyaan #2: Bagaimana memainkan salah satu sound saja dengan trigger tombol sehingga sound tidak bentrok?

Buatlah dua symbol button dan beri instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn”.

7Gunakan script berikut ini untuk memulai sound menggunakan trigger tombol. Script berikut menggunakan function stopAllSounds() untuk menghentikan seluruh sound yang sedang aktif.

8

Pertanyaan #3: Bagaimana nonaktifkan sound apabila ada sound lain yang dimainkan dengan kondisi apabila sound lain tersebut dinonaktifkan maka sound sebelumnya akan kembali aktif  namun dimulai dari posisi saat dinonaktifkan dan bukan dari awal?

Masih menggunakan dua symbol button yang diberi instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn” seperti pada pertanyaan #2, kemudian gunakan variabel yang menyimpan posisi terakhir pada saat sound dinonaktifkan. Misal pada script berikut saya gunakan variabel “pause1” dan “pause2” bertipe Number.  Function untuk menentukan posisi sound adalah function position. Pembagian dengan 1000 artinya untuk mengkonversi nilai variabel menjadi milidetik.

9

Pertanyaan #4: Bagaimana mengecilkan volume salah satu sound apabila ada sound lain yang dimainkan ?

Masih menggunakan dua symbol button yang diberi instance name masing-masing “tombol1_btn” dan “tombol2_btn” seperti pada pertanyaan #2, kemudian gunakan function setVolume() untuk mengatur volume sound seperti pada script berikut.

10

Advertisements

Cara Menambahkan Sound pada Flash (Dengan AS2)

Bismillah.

Hai..

Mengingat pencarian terhadap blog 2Persen paling banyak di tutorial Flash, khususnya pada halaman tutorial teknik dasar menambahkan sound pada Flash, maka halaman ini adalah lanjutannya.

Apabila sudah menguasai teknik dasar menambahkan sound pada Flash, maka selanjutnya yang harus diketahui adalah teknik-teknik pemrograman sound menggunakan actionscript (AS). Versi AS yang digunakan masih melanjutkan tulisan yang lama yaitu AS2. Lain waktu akan tulis yang versi As3. Perlu diketahui bahwa menambahkan sound pada Flash ada 2 cara (yang saya ketahui), yaitu pada frame seperti pada tulisan terdahulu, dan menggunakan AS seperti yang akan kita bahas.

Cara #1, dengan import to library sound yang digunakan.

Fungsinya adalah untuk meng-embed sound pada program. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Import to library sound yang dibutuhkan. Lihat kembali tulisan sebelumnya untuk melihat caranya.
  • Buka panel library > klik kanan pada sound yang sudah di-import > pilih properties.

1

  • Pada jendela properties klik advance > centang export for actionscript > isi identifier dengan “sound” > OK.

2

  • Klik pada frame 1, buka panel action (tekan tombol keyboard F9).
  • Masukkan script berikut kemudian jalankan movie (ctrl + enter).

3

Cara #2, dengan memanggil path file sound yang digunakan.

Fungsinya adalah untuk membuat sound lebih dinamis dan dapat diubah tanpa mengubah program. Ya.. mirip-mirip seperti music player. Teknik ini dikatakan juga dengan streaming sound. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Simpan file sound satu folder dengan file program, atau boleh tidak satu folder asalkan tidak salah path saja. Jika satu folder maka tidak sulit untuk menentukan path-nya. Pada tulisan ini nama file yang saya gunakan adalah “sound.mp3”, saya simpan satu folder dengan file flash.
  • Klik pada frame 1, buka panel action (tekan tombol keyboard F9).
  • Masukkan script berikut kemudian jalankan movie (ctrl + enter).

4

Oya, jika sound tidak jalan namun tidak ada peringatan error apapun, siapa tahu sound tersebut tidak kompatibel dengan Flash atau butuh install codec (compression/decompression) tambahan.

Lebih advance lagi, cek lebih lanjut di sini.

Sound Effect

Beberapa kali saya ditanya soal sound effect untuk animasi, namun saya hanya bisa bilang “saya bukan ahlinya”. Biasanya saya hanya memasukkan unsur musik instrumental saja pada animasi dan jarang memberikan sentuhan sound effect. Namun sebenarnya sound effect merupakan salah satu elemen paling penting untuk memperkuat.. *imajinasi, haha..

Akan tetapi pemberian sound effect tidak selalu membuat animasi menjadi lebih menarik. Contohnya begini, dalam sebuah animasi orang bermain bola maka sound effect diberikan hanya pada saat bola di tendang saja. Apabila sound effect diberikan pada setiap langkah kaki pemain maka animasi akan menjadi terdengar bising. Contoh lain untuk game sepak bola, biasanya sound effect diberikan pada suara bising penonton, efek suara pada saat salah satu pemain dijegal pemain lain, dan suara peluit wasit.

Dalam sebuah scene animasi, game atau scene film, selalu melibatkan lebih dari satu sound effect. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen pada sound effect untuk animasi, game maupun film sehingga sound effect tidak membuatnya menjadi bising. Secara konsep memang terdengar mudah, namun implementasinya tidak semudah kedengarannya. Butuh kemampuan khusus untuk menghasilkan kombinasi sound effect yang berkualitas – kemampuan ini lah yang tidak saya punya, haha.

Oya ngomong-ngomong soal sound effect, beberapa film yang menurut saya memiliki sound effect yang luar biasa adalah Saving Private Ryan, Titanic dan Gravity. Mungkin ada lagi, tapi saya lupa. haha..

Brightness Level Histogram

Langkah-langkah membuat brigness level histogram image 3×3 pixels.

Brighness level histogram adalah salah satu basic operation pada image yang menunjukkan jumlah plot pixel yang berada pada tingkat kecerahan tertentu. Semakin tinggi batang histogram pada level tertentu menunjukkan bahwa semakin banyak pixel yang memiliki level kecerahan tersebut. Sumbu x dari histogram menunjukkan 8 bit tingkat kecerahan, dimulai dari 0 sampai dengan 255 dalam desimal, atau dari 00 hingga FF dalam heksadesimal. Sementara sumbu y menunjukkan jumlah pixel pada image yang memiliki brighness level tersebut.

Dari buku Nixon dan Aguado “Feature Extraction & Image Processing” (2008),  algoritma membuat brightness level histogram adalah sebagai berikut:

his(pic) := for bright <– 0 .. 255

__________ pixels_at_level[bright] <– 0

_______ for x <– 0 .. columns(pic)-1

__________ for y <– 0 .. rows(pic)-1

_____________ level <– pic[x][y]

_____________ pixels_at_level[level] <– pixels_at_level[level]+1

_______ pixels_at_level

Contoh penerapan algoritma tersebut untuk image sebesar 3×3 pixel dapat dilihat pada gambar di atas. Semoga bermanfaat. ^_^

Berlatih Menjadi Ahli Jaringan

Barusan salah seorang teman memberikan aplikasi simulasi menjadi ahli jaringan yang dikemas dalam bentuk game. Nama aplikasinya Cisco Aspire CCNA Eddition. Saat saya mainkan ternyata menarik juga, konsepnya juga dapat digunakan untuk membuat aplikasi-aplikasi pembelajaran lainnya. Klo ngak salah aplikasinya free, coba saja klik link di atas. Selamat mencoba 🙂

Interactive BI: Sales Rank (Part II)

Masih ingat dengan Interactive BI: Sales Rank (part I)? Apabila cluster berada di dalam quadran (I, II, III, atau IV), maka kita dapat memprediksi apa pengaruh kenaikan atau penurunan harga terhadap sales rank-nya. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan penyebaran data ada di sekitar sumbu x ataupun sumbu y? Hmm.. menurut saya, apabila berada di sekitar nol berarti sudah pasti tidak ada hubungan antara sales rank dan kenaikan atau penurunan harga, namun untuk model ini mungkin saja ada pengaruh hari di dalamnya. Namun untuk mendeteksi faktor hari dari data tersebut tidak ada keterangan yang menjelaskan hari akan sangat sulit dilakukan. Hal yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan memberlakukan association rules. Namun grafik ini menurut saya tidak dapat mempelihatkan association rule, jadi butuh model BI baru yang dapat memperlihatkan association rules. Tapi kira-kira seperti apa ya bentuk grafiknya..?? Hmm.. jadi PR besar nih buat pendesain dashboard. ^_^