Survey Jalan Tol, Konferensi, sekaligus Jalan-Jalan di Medan

Harus dinas dan konferensi internasional di Medan selama 3 hari 2 malam? Tapi tetap ingin jalan-jalan di Medan? Meskipun terdengar jadwalnya padat, tapi hal ini bisa dilakukan. Tanggal 13 – 15 Desember tahun lalu saya mendapat tugas untuk survey ke jalan tol Medan, pada tanggal 14 nya harus mengikuti konferensi Internasional di hotel dekat USU, serta tanggal 15 siang harus kembali ke Bandung. Berangkat pagi dari Bandung menuju Medan, saya langsung menuju kantor jalan Tol Belmera. Pekerjaan ini cukup menyita waktu sehingga selesai kerja hari pun sudah malam.

Kantor jalan tol Belmera, Belawan Medan Tanjung Morawa.

Setelah check-in di hotel baru dekat USU dan menunaikan shalat maghrib saya dan ayah saya yang menemani saya saat itu beranjak ke Kampung Keling.

Kuliner di Kampung Keling.

Kampung Keling itu tempat kuliner makanan khas India di Medan. Kami sekeluarga memang menyenangi makan-makan dengan komposisi bumbu yang kuat, tapi di Kampung Keling ini bumbu yang digunakan tidak sekuat yang kami bayangkan karena sudah disesuaikan dengan selera lokal dan hitungan investasi agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Menarik bisa bercerita dengan pedagang, cara mereka berketurunan adalah dengan menikah dengan sesama keturunan India. Implikasinya setiap keturunan India yang tinggal di Indonesia pasti bersaudara dan saling kenal. Bahkan seluruh kenalan orang keturunan India yang diceritakan oleh ayah saya dan saya langsung disambung dengan sejarah dan silsilah keturunannya oleh sang pedagang yang juga keturunan India. Oya, di sini sate kerangnya enak lho.. Pasca makan malam waktunya istirahat dan persiapan untuk mengikuti konferensi di hotel yang sama tempat kami menginap.

Note: bagi yang berpergian dengan orang tua, jangan lupa bawa obat kolesterol ataupun obat gula.

Lampu di ruang makan hotel Grandhika Setiabudi Medan.
Hidangan breakfast.

Esok hari, kami bangun pagi hanya untuk menikmati lontong ter-enak sedunia versi driver kami. Lokasinya persis di sebelah hotel. Memang enak dan rasanya agak manis, sayang saya tidak bawa kamera sehingga tidak ada fotonya. Bukannya di hotel ada makan pagi? Ada namun tidak semenarik jajanan lokal Medan. Tetap kita makan pagi di hotel sekedar makan buah dan minum kopi panas sebelum konferensi dimulai.

Backdrop konferensi.

Waktu konferensi pun tiba, pembukaan pukul 8.00 WIB (ngaret sampai pukul 9.00 WIB). Saya hanya mengikuti upacara pembukaan dan mendengarkan keynote speakernya greeting saja, sekitar pukul 9.30 WIB saya pun meninggalkan lokasi konferensi. Oya, saya dijadwalkan presentasi pukul 15.30 WIB sehingga saya punya cukup waktu untuk jalan-jalan.

Acaranya sedikit ngaret padahal peserta sudah siap.
Keynote speakernya baru mulai presentasi.
Tim penari pembukaan dan panitia konferensi, saya ketemu mereka di depan lift hotel saat mau kabur dari konferensi.

Hmm.. sekarang pukul 10.00 WIB namun saya harus kembali lagi saat makan siang pukul 13.00 WIB. Tempat yang layang dikunjungi dengan durasi sekitar 2 sampai 3 jam dan dekat dengan hotel adalah museum hewan buas awetan Rahmat Syah. Museum ini memamerkan ribuan hewan awetan dan sebagian masih asli kecuali bola matanya.

Kijang awetan.
Tempat ini ramai dikunjungi anak sekolah.
Pajangan kepala dan tanduk hewan.

Kasihan memang, membunuh hewan untuk awetan dan museum. Tapi jika kita lihat semangatnya untuk edukasi, saya yakin yang punya museum ini sudah berkorban sangat besar hanya untuk mendatangkan koleksinya ini dari penjuru dunia. Bayangkan saja proses administrasinya yang rumit, dan apakah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Niat mengedukasi masyarakat tentang hewan buas sang pemilik patut diacungi jempol.

Tak terasa, hari hampir pukul 14.00 WIB saat kami keluar dari museum. Oya di sini ada tempat shalatnya jadi kami shalat lohor di sini. Kami bergegas ke hotel dengan hadangan macet sana-sini. Sampai di hotel saya langsung ke venue presentasi dan mendengarkan presentasi 4 orang terlebih dahulu hingga akhirnya tiba giliran saya.

Saya sedang menjelaskan penelitian saya.

Namanya juga konferensi, waktu presentasinya paling lama 15 menit. Beres presentasi dan shalat ashar di hotel, kami tancap ke Istana Maimun yang terkenal dengan kemegahan sekaligus kisah menyedihkannya di era sekarang.

Jam besar ini bisa ditemui di perjalanan ke Istana Maimun.
Istana Maimun yang megah.

Tidak banyak yang bisa dinikmati di sini, eksterior yang megah dan ada meriam puntung yang mistis. Interior? kami datang sudah sore sehingga tidak bisa masuk. Apa kisah sedihnya? Kita tidak bisa masuk ke seluruh ruangan istana ini karena kabarnya keturunan istana megah ini tinggal di sebagian besar ruang istana. Jumlahnya besar, hampir ribuan padahal sekarang istana ini sudah milik negara. Detilnya silahkan ditanyakan saat berkesempatan berkunjung ke tempat ini.

Masjid Agung Medan menjelang maghrib.

Maghrib tiba, kami bertolak ke Masjid Agung kota Medan untuk shalat magrib sambil mencari tempat makan yang menyiarkan siaran langsung sepak bola timnas Indonesia.

Simpang di depan Masjid Agung Medan. Warna-warni lampu dalam rangka sebentar lagi menyambut natal dan tahun baru.
Masjid Agung Medan di malam hari.

Hari terakhir kami di Medan, kami makan pagi pukul 6.00 WIB di hotel dan bergegas check out pukul 8.00 WIB.

Good morning Medan, ini hari terakhir kunjungan sibuk kami di Medan.

Pesawat kami pukul 13.00 namun kami sudah harus di bandara sebelum pukul 12.00 WIB. Perjalanan dari hotel ke bandara adalah 1 jam, jadi sebelum pukul 11.00 WIB kami sudah harus menuju bandara. Lokasi yang cocok untuk dikunjungi selama 2 jam adalah Tjong A Phie Mansion. Tjong A Phie adalah major kota Medan keturunan tionghoa yang termasyhur dengan kewibawaan dan kekayaannya. Oya, saya sudah pernah posting foto-foto kunjungan saya di sini. Lama kunjungan di sini dengan tour guide adalah 30 menit, tapi untuk berfoto di sini waktu 2 jam saja tidak cukup.

Kami berfoto di depan mansion.
Ayah saya berfoto di jalan depan mansion.

Pukul 11.00 WIB pas kami menuju bandara dan syukur Alhamdulillah jalanan tidak macet. Kami pun sempat membeli oleh-oleh bolu Meranti, bika ambon Zulaikha, pancake durian, serta sirop markisa less sugar di perjalanan menuju bandara.

Boarding ke pesawat menuju Bandung.

Waktu boarding pun tiba, perjalanan Medan ke Bandung adalah 3 jam. Jangan lupa siapkan makanan karena waktu 3 jam itu cukup bikin lapar dan bosan. Oya, berapa biaya yang saya keluarkan. Hmm hanya untuk karcis tempat wisata saja sih sekitar 100 ribu per orang. Sisanya? dibayarkan kantor.. haha.. Namanya kan kerja sambil jalan-jalan.. eh, atau jalan-jalan sambil kerja? hmm.. sepertinya yang benar adalah yang ke dua. Hehe..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s