Ramadhan 1436H, Hari #8: Pasar Ta’jil

Baru pukul 3 sore, jalanan Gegerkalong Girang sudah macet. Jalannya kecil, cuma cukup untuk 2 mobil. Jika ada mobil atau motor yang iseng parkir di pinggir jalan dalam waktu lama, maka itulah penyebab macetnya. Jangankan mobil, 3 orang saja berjejer seperti boyband/girlband di pinggir jalan pun bisa menjadi penyebab macet.

Lalu mengapa jalan kecil ini begitu rentan macet? Yaitu masyarakatnya yang dinamis, terdiri dari warga asli dan pendatang. Warga pendatang yang sifatnya sementara (sebut saja mahasiswa) menjadi populasi  penguasa di daerah ini. Kalau ada mahasiswa dan banyak masyarakat di sini, maka pasar ta’jil dadakan pun menjadi tradisi tahunan daerah ini. Kebutuhan makan dan minum mahasiswa dikumpulkan dalam satu waktu yaitu saat berbuka puasa.

Ramainya masyarakat pejalan kaki yang berjalan seperti boyband/girlband/campuran, banyaknya kendaraan parkir di pinggir jalan, ditambah lapak-lapak pedagang pasar ta’jil dadakan, alhasil, bayangkan saja muacetnya bagaimana. Tapi di Ramadhan kali ini kecenderungan keramaian pasar ta’jil ini sedikit berkurang karena sudah memasuki musim libur sekolah dan kuliah. Baru hari ke 8 Ramadhan saja, hiruk-pikuk keramaian pasar ta’jil sudah terasa berkurang. Apa indikatornya? Mudah saja, di awal Ramadhan perlu waktu sekitar 30 menit untuk menelusuri jalan sepanjang 1 km ini. Namun tadi, saya hanya butuh waktu 10 menit hingga sampai di ujung jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s