Jangan Tanam Bambu

Sekian lama tidak menulis di blog ini, dan saya malah menulis tentang bambu? Haha.. Ada apa dengan bambu? Berikut ceritanya.

Di depan rumah kami itu ada halaman kecil yang cukup untuk nongkrong 4 sampai 6 motor. Disekitarnya banyak tanaman pelihaaan istri saya ditanam di dalam pot maupun langsung menancap di tanah. Salah satu tanamannya adalah sejenis bambu-bambuan. Entah menggunakan dasar keilmuan apa tetangga yang biasa membantu mengurus halaman menancapkan tanaman ini di atas tanah halaman. Selang beberapa minggu, sang bambu tumbuh subur dan beranak pinak (maksud saya bertunas) di halaman rumah. Kami sudah meminta tetangga kami untuk membasmi semua bambu-bambuan itu, dan hasilnya bersih lah halaman kami. Walau hanya untuk beberapa minggu saja. Ya.. sang bambu dengan tingkat regenerasi yang tinggi muncul tanpa diundang. Sore itu juga saya ambil sekop kecil, colok-colok tanah mencongkel seluruh bambu sampai ke akar-akarnya. Tanpa sadar ternyata saya sudah mencolok-colok dua per tiga luas halaman, akar bambu sudah menggerogoti hampir semua halaman.

Kejadian mencolok-colok tanah itu saya lakukan minggu lalu, dan tadi sore sudah ada bambu baru berdiri tegak setinggi 1 meter di halaman rumah. Saya ambil sekop, gunakan jurus colokan sekop untuk memindahkan bambu tersebut ke tong sampah.

Oya, sebenarnya menanam bambu itu baik tapi untuk menanamnya di halaman sebaiknya tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Kalau sudah terlanjur, silahkan pelajari jurus colokan sekop di toko perkakas terdekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s