Bersiap-Siap Menjadi Proklamator di Bengkulu

Bengkulu, salah satu kota di pesisir barat pulau Sumatera merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan NKRI. Pada tahun 1938 sampai dengan 1924, sang Proklamator kita diasingkan. Hmm.. maaf, istilah ‘diasingkan’ itu terlalu textbook mungkin sebaiknya kita ganti menjadi ‘bersiap-siap menjadi proklamator’. Sebagai bukti sejarahnya, di kota Bengkulu terdapat tempat tinggal sang Proklamator selama di Bengkulu. Lokasinya di Jl. Sukarno Hatta, daerah simpang lima, kira-kira 30 menit dari bandara Fatmawati.

IMG_4883Rumah kediaman Bung Karno di Bengkulu (RKBKdB) dilihat dari depan pagar.

IMG_4861RKBKdB tampak dari depan.

IMG_4881Halaman depan RKBKdB.

IMG_4862Arsitektur bagian depan RKBKdB.

IMG_4876Bagian kiri RKBKdB jika difoto dari halaman belakang.

IMG_4879Bagian kanan RKBKdB jika difoto dari halaman belakang.

IMG_4878Bagian belakang RKBKdB.

IMG_4880Beberapa ruangan di bangunan di halaman belakang RKBKdB.

Kalau ditanya apakah struktur rumah ini masih asli, mungkin bentuknya tetap dipertahankan tapi bahan-bahan penyusunnya pasti sudah melalui proses renovasi. Terlihat rumah ini terawat dengan sangat baik, dilihat dari bangunan maupun halaman rumahnya tertata rapi.

IMG_4866Ornamen Tionghoa di saluran udara RKBKdB.

Konon kabarnya RKNKdB ini dulunya adalah milik pengusaha Tionghoa bernama Tang Eng Cian. Dilihat dari arsitektur luar rumah sepertinya tidak terlihat seperti rumah-rumah Tionghoa kebanyakan (sejauh yang saya lihat sih). Ornamen Tionghoa yang tersisa dapat terlihat pada motif-motif khas Tionghoa yang ada pada saluran udara setiap ruangan di rumah ini.

IMG_4867Ruang kerja Bung Karno.

IMG_4868Buku-buku tua milik Bung Karno di lemari ruang kerja.

IMG_4869Salah satu yang dipajang di dinding salah satu ruang RKBKdB.

IMG_4870Salah satu tempat tidur di RKBKdB.

IMG_4871Satu set furnitur di ruang tamu RKBKdB.

IMG_4874Sepeda ontel yang dipajang di bagian belakang RKBKdB.

IMG_4875Sumur tua di halaman belakang RKBKdB.

Di sini kita juga bisa melihat benda-benda peninggalan Bung Karno. Sebagian ada yang masih asli namun kebanyakan sudah berupa replika yang disusun sebagaimana kondisi aslinya.

IMG_4873 Berfoto di ruang tamu RKBKdB.

IMG_4864Peresmian RKBKdB oleh Mendikbud kala itu tahun 1985 oleh Prof. Dr. Fuad Hassan.

Menurut saya rumah ini bisa menjadi tujuan wisata di Bengkulu. Disamping bisa me-refresh pengetahuan sejarah negara kita, pengunjung juga dapat berfoto di seluruh sisi ruangannya. Tiket masuk per orang officialnya cuma Rp 2.500, tapi kadang-kadang petugasnya meminta Rp5.000 sampai dengan Rp 10.000 (masih cukup murah). Kalau butuh tour guide, tinggal meminta pada keeper-nya dengan imbalan ‘seikhlasnya’. Cinderamata? Hmm.. menurut saya tidak ada yang menarik, jadi manfaatkanlah waktu untuk berfoto sebagai kenang-kenangan. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s