Pedagang Gaya Yahudi (Jangan Ditiru)

Sebagai Muslim, kita diajarkan untuk berdagang berdasarkan etika bukan untuk mengejar keuntungan semata. Sementara musuh dari praktek dagang Islam adalah praktek dagang Yahudi dengan prinsip mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya apapun caranya. Menurut statistik, umat Muslim terbesar ada di Indonesia, akan tetapi praktek dagang di Indonesia kenapa mesti mengikuti Yahudi? Misalnya sebagai berikut:

  • Harga sejuta berasa sembilan ratus ribuan. Praktek ini banyak kita lihat di acara home shopping. Apa salahnya menyebutkan satu juta saja? Jelas pengiklan berusaha membohongi konsumen dengan permainan angka.

hanya

Hanya kurang satu rupiah jadi satu juta.

  • Harga dengan xxx di belakang satu angka di paling depan. Harga ini banyak kita temui di toko-toko elektronik. Alasannya adalah harga elektronik selalu mengikuti harga US dolar. Tapi bukannya untuk barang-barang display artinya barang tersebut sudah ready stock? Pastinya pedagang sudah tahu harga jualnya tanpa harus berpatokan pada harga US dolar? Jelas ini hanya praktek membodohi pelanggan, misalkan pada gambar di bawah pelanggan akan merasa harga barang sekitar 3 juta-an. Padahal harga yang dimaksud adalah 3,9 juta.

murah

Harga xxx.

  • Diskon besar setelah harga dinaikkan dari harga normalnya. Biasanya kita temui di toko pakaian. Meskipun pada akhirnya harga tersebut memang lebih kecil sedikit dari harga normalnya, namun praktek ini tetaplah penipuan. Kualitas suatu barang tentu bergantung pada harganya. Nah! Jika harga normalnya dinaikan berarti pembeli akan diiming-imingi kualitas bagus yang semu. Gambaran kualitas barang akan menjadi samar.

sale

Sale besar tapi bohong.

  • Terakhir yang paling konyol adalah penipuan label harga. Banyak ditemui pada pedagang buah di pinggir jalan. Tujuannya menarik pembeli untuk mampir dan setelah sadar mereka akan segan jika tidak membeli. Ya! Penipuan model ini membuat pembeli terpaksa membeli karena merasa tidak enak. Kalau saya sih cuek saja, lebih baik tidak beli.

setengah

Penipuan label harga, dari kejauhan terlihat satu kilo tapi dari dekat baru terlihat setengah kilo.

Ini memang trik marketing, tapi trik marketing Yahudi bukan marketing ala Islam. Harusnya pedagang-pedagang kita lebih menjunjung tinggi etika ketimbang meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara tercela.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s