Mengatasi Kecanduan Game Online

Beberapa orang berpendapat kalau kecanduan game online itu seperti kecanduan narkoba. Menurut saya benar, karena sama-sama “kecanduan” hanya objeknya yang berbeda. Tapi tidak sepenuhnya sama. Kecanduan narkoba perlu rehabilitasi lama baik dan keinginan kuat pecandu untuk lepas dari narkoba. Sedikit berbeda dengan kecanduan narkoba, kecanduan game online tidak perlu rehabilitasi lama untuk mengatasinya, hanya perlu penanganan yang tepat saja. Berikut adalah beberapa cara yang pernah saya coba untuk mengatasi kecanduan game baik online maupun offline:

  1. Anggap game online yang dimainkan adalah permainan yang gampang dan tidak ada tantangannya. Hanya klik-klik saja, karakternya itu-itu saja, dan musuhnya tidak ada yang spesial. Kalau cuma klik saja sih anak yang belum TK juga bisa.
  2. Sebaliknya, anggap game online yang dimainkan terlalu sulit. Bahkan Einstein pun tidak bisa memainkannya. Caranya habiskan seluruh uang, item dan inventory lainnya dengan foya-foya. Efeknya meskipun level sudah tinggi tapi tetap tidak bisa membunuh musuh yang besar untuk mendapatkan uang yang banyak. Tidak mungkin level tinggi tapi harus mencari recehan, gengsi dong! Dari pada malu lebih baik hapus akun saja, beres semua perkara.
  3. Poin 1 & 2 membutuhkan motivasi dari dalam diri pecandu, tanpa itu maka mustahil bisa terlaksana. Jika demikian maka langkah berikutnya adalah dengan memberikan pengalih perhatian kepada pecandu. Persoalannya, apa yang harus menjadi pengalih perhatiannya? Kebanyakan orang berubah setelah berkeluarga dan memiliki anak. Tapi itu kan hanya untuk yang sudah cukup umur. Bagaimana dengan yang belum berkeluarga, misalnya siswa atau mahasiswa s1? Berilah kegiatan yang sesuai dengan bidang yang diminatinya. Tidak mungkin seseorang tidak memiliki bidang yang diminatinya. Jangan marah jika orang tersebut belum menemui bidang yang diminatinya. Ajak ke tempat-tempat menarik, tujuannya untuk menggugah minat. Ajak bicara hal-hal keren di luar dumay (dunia maya). Setelah menemui salah satu bidang minatnya, ajak pula untuk bertemu orang-orang yang profesional di bidang tersebut. Jika perlu gabungkan ke dalam komunitas yang dia minati. Tujuannya adalah membuat pecandu untuk berfikir lebih dewasa.

Memarahi, melarang dan membatasi waktu main game, cabut kabel, serta tidak memberikan uang saku bukanlah solusi yang baik. Kebanyakan pecandu akan semakin tidak respect terhadap sekitar. Efeknya pecandu tetap akan melakukan segala cara untuk memenuhi hasrat bermain game online, meskipun harus mencuri uang orang tua, saudara dan teman. Oya.. bagi saya yang menggemari bermain game online, saya hanya butuh solusi nomor 1 dan 2 saja untuk melepaskan diri dari kecanduan. Namun saya menggunakan solusi ke 3 untuk melepaskan adik saya dari bahaya game online. Yaitu dengan mendukung hobi dia bermain musik, serta mendukung minatnya untuk menekuni bidang kedokteran yang sedang ditempuhnya di jenjang s1. Kini jika saya ajak adik saya bermain game online di malam hari, kita tetap bermain, tapi khusus jika besoknya hari libur saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s