Ditanya Porsi Analitis dan Eksperimental

Setelah melalui ujian proposal penelitian beberapa hari yang lalu, pertanyaan yang memunculkan dilema setiap peneliti adalah seberapa besar porsi untuk pembuktian secara analitis dan untuk pembuktian secara eksperimental? Prof. Kus, dosen saya, percaya bahwa perbandingannya adalah 80:20, terserah porsi mana saja yang lebih besar. Masuk akal karena memang sulit melakukan keduanya 100 persen dalam waktu 3 sampai 5 tahun.

Bukan porsi yang menjadi problematika saya, tapi lebih pada mana yang seharusnya lebih dominan. Semula adalah saya akan lebih banyak pada hasil eksperimental mengingat latar belakang saya yang tidak cukup baik dalam hal analisis secara matematis dan memang penelitian di topik yang saya teliti masih pada level eksperimental. Tapi belakangan justru topik penelitian saya lebih baik ditekankan pada hasil secara analitis.

Sulit dibuktikan secara analitis adalah salah satu mengapa peneliti mengambil jalan pembuktian eksperimen. Tapi justru dapat membuktikan secara analitis sesuatu yang dulunya sulit dibuktikan secara analitis adalah tantangan yang sebenarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s