Meskipun Jelek Tapi Ada Bagusnya

Alkisah dua orang sahabat yang baru saja keluar pintu bioskop usai menonton sebuah film yang konon katanya super jelek. Saat itu terjadilah percakapan singkat diantara mereka.

Inad: Asli, sakit mata saya nonton film sejelek itu.

Luji: Sama, Nad. Benar-benar dua setengah jam yang menyiksa.

Inad: Tuh kan, saya bilang juga apa. Filmnya pasti jelek, kamu sih nurut saja apa kata Ragi. Dia kan seleranya memang aneh. Rugi kan kita sudah beli tiket seharga empat puluh ribu.

Luji: Iya sih. Baydewey.. Menurut saya, diantara adegan film yang jelek itu ada satu bagian yang paling bagus lho.

Inad: Masa iya? kenapa saya gak lihat ya tadi?

Luji: Kamu lihat kok, coba diingat-ingat.

Inad: O.. iya saya ingat, saat pemeran utamanya sedang membersihkan toilet bukan?

Luji: Bukan.

Inad: Hmm.. Saat pemeran utamanya tidur 24 jam tanpa henti?

Luji: Bukan lah.

Inad: Oya.. oya.. saat ibunya pemeran utama menyuruh dia pergi ke pasar?

Luji: Bukan.. bukan..

Inad: Lalu apa dong?

Luji: Saat filmnya berakhir.. hahaha..

Meskipun jelek tapi ada bagusnya kan? Ya.. walaupun bagusnya saat kejelekan itu berakhir. Soo.. di tahun baru ini mari akhiri kejelekan-kejelekan tahun kemarin. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s