Ngedongeng di Travel

Gerombolan enam orang bapak-bapak bersama saya dan seorang rekan menumpangi sebuah travel dari jakarta menuju kota Bandung. Bapak satu duduk di sebelah supir, dan kerjaannya hanya senyam-senyum. Bapak kedua, ketiga, dan keempat duduk di tiga bangku paling belakang tanpa bersuara karena tampaknya mereka sedang pulas tidur. Saya dan seorang rekan duduk di belakang supir. Bapak kelima dan keenam duduk persis di depan kami.
Berbeda dengan empat orang temannya, dua orang ini tak henti-hentinya mengoceh. Start dari pool awal di daerah Cikini hingga km 116 non stop. Yang diceritakan pun tidak penting dan kalimatnya diulang-ulang. Sang pendongeng adalah bapak keenam sementara rekannya hanya menjawab “hooh”, “nya”, “muhun”, “trus”, dan “hoo”. Bukan ceritanya yang bikin saya kesal, tapi frekwensi suaranya yang keras dan tepat mengarah ke telinga kami.
Lewat km 116 tampak mereka berdua tertidur gara-gara “lowbat”, saat itu pula tiga orang rekannya yang lain terbangun dari tidurnya. Dongeng pun dilanjutkan oleh tiga orang ini. Kenyanglah kami dengan layanan dongeng di atas travel dari Cikini hingga Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s