Catatan Mudik ke Kampung Halaman

Mudik lebaran 1434 H ini saya berkesempatan mengunjungi kota kelahiran saya Payakumbuh. Orang tua saya keduanya adalah orang Payakumbuh dan saya pun lahir di kota beralam sejuk ini. Yap.. bisa dibilang saya adalah orang asli Payakumbuh. Banyak hal menarik di kota ini, salah satunya meskipun saat ini saya tinggal dan menetap di Bandung bisa dibilang saya sangat jarang ke kota ini, namun orang-orang sekitar pasti mengenali kami setiap saya, kakak dan adik-adik saya datang ke kota ini. Meskipun sebenarnya bukan nama kami yang pertama dipanggil melainkan nama orang tua kami. Mereka biasanya tersadar bahwa kami adalah anak-anak dari nama yang mereka panggil setelah mendengar logat kami yang bukan logat Payakumbuh yang unik. Haha.. Kalau sudah demikian, berarti kami harus mampir sebentar untuk sekedar bercerita dan makan “apa adanya” (lebih tepat disebut “semua ada”).

Hmm.. bisa panjang jadinya kalau bercerita tentang nagari kelahiran saya Payakumbuh, foto-foto berikut beberapa hal yang bisa saya bagi untuk menggambarkan kampung halaman saya ini.

Ruang Tamu

Ruang tamu rumah kami di Payakumbuh, situasinya masih sama dari dulu hingga sekarang.

Lemari Tua

Salah satu lemari tua yang berisi peralatan makan untuk pesta yang ada di rumah kami.

Rumah Tetangga

Sama halnya di daerah-daerah lain, tetangga-tetangga kami masih memiliki hubungan kekerabatan satu sama lainnya.

Berkunjung ke Rumah Pak Datuak Walikota

Berkunjung ke Rumah Pak Datuak Walikota, Pak Datuak adalah lulusan STEI ITB. Rumah orang tua beliau berada dekat dari rumah kami.

Gunung Sago

Gunung apa yang terletak di Payakumbuh? Jawabannya Gunung Sago. Oya Sago juga merupakan sebutan untuk “keor” di Payakumbuh.

Lembah Harau

Objek wisata di Payakumbuh adalah lembah Harau, di sini kita bisa menemui tebing-tebing tinggi yang terbentuk ribuan tahun yang lalu.

Garis-garis pada salah satu tebing lembah Harau.

Garis-garis pada salah satu tebing lembah Harau yang terbentuk akibat proses ribuan tahun lamanya.

Lembah Echo

Lembah Echo, kalau teriak di sini suara kita akan memantul kemana-mana, seperti mendengarkan suara dari home theatre dolby 7.1.

Air Terjun

Salah satu air terjun yang ada di lembah Harau, saking tingginya air yang turun sudah berbentuk butiran kecil sepertu hujan.

Lembah Harau

Berfoto di Lembah Harau, saking tingginya tebing sehingga posisi kamera harus menempel tanah agar puncak tebing terlihat.

Lontong Sayur

Lontong sayur di Payakumbuh, walaupun sederhana hanya lontong dan gulai cibadak tapi ramai pembeli.

Sate Mudiak Danguang-Danguang

Ke Payakumbuh gak lengkap tanpa menikmati sate Mudiak Danguang-Danguang yang terkenal. Sate Syukur kalah.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s