Bukittinggi Via Malalak

Mudik lebaran jalur Padang menuju Payakumbuh atau sebaliknya sudah dijamin macet. Kata orang “kalau tidak macet ya gak seru”. Macet tersebut karena para pemudik lebih memilih jalur Sicincin – Silaiang – Padang Panjang – Bukittinggi – payakumbuh ketimbang jalur lainnya. Ya.. jalur itu bukanlah jalur satu-satunya, ada jalur via Solok dan tepi danau Singkarak, dan ada pula jalur via Malalak. Meskipun jalur tercepat adalah jalur via Silaiang, namun jalur tidak berpotensi macet adalah via Malalak yang mengitari kaki gunung Tandikat atau Tandikek kata orang setempat. Jalur via Silaiang sudah dijamin padat karena banyaknya objek wisata seperti Lembah Anai dan objek-objek wisata lainnya di daerah Padang Panjang. Sementara itu jalur via Solok merupakan jaur yang lumayan jauh dan tidak menjamin jalan akan lancar. Hal ini dikarenakan jalur tersebut adalah jalur yang dilalui kendaraan antar lintas sumatera yang melalui Sumatera Barat.

Jalur via Malalak ini hampir bisa dilkatakan sangat sepi. Sepertiga rute pertama, jalan tampak teraspal mulus dan luar biasa sepi. Namun tetap tidak bisa ngebut dikarenakan jalanan yang berliku-liku tajam. Untuk masuk ke jalur ini, belok kiri di simpang empat sebelum pasar Sicincin.

IMG_2055

Sepertiga rute via Malalak tampak jalan diaspal mulus dan sepi oleh kendaraan.

IMG_2056

Jalan berliku tajam, namun jalan di sepertiga rute pertama sudah dilengkapi sistem penerangan jalan.

Di jalur via Malalak ini ternyata terdapat juga Sitinjau Lauik ala Malalak. Sitinjau Lauik yang sebenarnya ada di jalur via Solok adalah lokasi dimana kita dapat melihat laut dan pantai Padang dari ketinggian, dan di Malalak ini kita dapat melihat laut Pariaman dari ketinggian meskipun tidak seluas pemandangan di Sitinjau Lauik sesungguhnya.

IMG_2062

Bersama kedua orang tua dan adik bungsu di Sitinjau Lauik ala Malalak.

IMG_2064

Sitinjau Lauik ala Malalak, meskipun jarak pandang tidak seluas aslinya karena tertutup oleh bukit.

Di sepertiga jalan kedua, kami menemui jalur fear factor. Jalur ini seolah-olah memberikan jawaban atas pertanyaan kami mengapa jalur ini sepi. Bukit pasir berbatu-batu besar yang rawan longsor ada di kiri dan kanan kita. jadi saran kami, lebih baik tidak melewati jalur ini jika cuaca buruk. Selain jalur ini rawan longsor, jalur ini juga minim tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata kuliner. Oya.. pastikan bensin terisi full karena di jalur ini tidak ada pompa bensin.

IMG_2068

Jalur bukit pasir berbatu-batu ada di kiri dan kanan jalan. Sebelah kiri adalah tebing, sementara sebelahkanan adalah jurang.

IMG_2069

Bukit pasir berbatu yang rawan longsor.

IMG_2070

Salah satu batu besar yang dapat ditemui di pinggir jalan.

Rute via Malalak menuju Bukittinggi ini dalam kondisi normal dapat ditempuh dalam waktu hampir 2 jam perjalan. Pintu keluar dari jalan via Malalak ini adalah di simpang jalur Bukittinggi menuju Maninjau. Jika sudah sampai di Bukittinggi, maka jalur Silaiang – Lembah Anai yang terkenal sebagai pusat kemacetan pun dapat terhindari. ^^

IMG_2071

Nagari nan dikaki gunuang Marapi, Bukittinggi.

IMG_2089

Pusat kota Bukittinggi, jalur lurus adalah menuju Jam Gadang yang terkenal.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s