Sport-Touring “Semangat Terbarukan”

Bulan Maret 2013 sepertinya pantas disebut sebagai bulannya liburan, karena pada bulan ini terdapat dua tanggal merah. Yang pertama adalah tanggal 12, meskipun terletak di hari selasa namun tanggal 11 merupakan waktu yang tepat untuk mengambil cuti untuk mendapatkan perpanjangan waktu liburan. Sudah bisa dipastikan dari Jum’at malam tanggal 8 hingga Selasa malam tanggal 12 jalanan akan dipadati kendaraan dengan plat nomer luar kota. Waktu yang kedua adalah tanggal 29, 30, dan 31 Maret 2013, tanggal ini adalah waktu yang pas bagi mereka yang belum sempat liburan di musim liburan pertama. Berhubung pada musim liburan kedua ini bertepatan dengan akhir bulan, maka kemungkinan jalanan tidak sepadat pada musim liburan pertama. Nah, pada tanggal ini lah saya dan partner boncengers merangkap navigator merencanakan touring perdana kami dengan Simaput menuju Indramayu dan Cirebon.

IMG_1177

Almanak bulan Maret 2013.

Sehari sebelumnya kami pun merencanakan rute perjalanan yang akan ditempuh. Ada beberapa versi referensi yang kami peroleh dari rekan-rekan kami di kampus. Berhubung kami memulai perjalanan dari arah Bandung Utara, maka kami memutuskan untuk melewati Subang. Di sini terdapat dua pilihan jalan, pilihan pertama adalah melewati jalur Subang Kota – Pamanukan atau sering disebut sebagai “jalur Pantura” dengan petunjuk bahwa kami harus belok kiri saat bertemu patung nanas Subang, dan pilihan lainnya menuju jalur Subang – Sumedang atau biasa disebut “jalur alternatif” yaitu belok kanan dari patung nanas Subang. Kami pun direkomendasikan untuk melewati jalur alternatif ini dengan pertimbangan pemandangannya lebih indah untuk tujuan touring. Jum’at pagi pukul tujuh, kami pun memulai start touring kami diawali dengan do’a meminta ridha Allah Yang Maha Kuasa.

IMG_1129

Patung nanas, Subang.

Satu jam perjalanan, kami pun sampai di patung nanas yang menyajikan dua pilihan jalur tersebut. Kami memilih jalur alternatif, mengingat beberapa rekan merekomendasikannya karena pemandangannya. Tiga puluh menit pertama meleawti jalur ini, jalan terlihat bagus dan rapih. Di jalur ini kita menjumpai ratusan kupu-kupu berterbangan di sepanjang jalan, bahkan ada pula yang tak sengaja tertabrak oleh Simaput. Setelah tiga puluh menit, maka dalam kurang lebih satu jam berikutnya kita baru merasakan karakteristik jalur alternatif yang sesungguhnya. Melewati hutan, sawah, jarang menjumpai pemukiman, naik-turun yang ekstrim, dan lobang-lobang dari lobang kecil yang dangkal hingga lobang besar yang dalam baik di pinggir maupun di tengah jalan.

peta

Jalur dari Bandung Utara menuju Indramayu dan Cirebon.

Pada jalur alternatif ini kami juga disuguhi dua pilihan jalur, yaitu jalur alternatif menuju Sumedang, serta jalur alternatif yang alternatifnya lagi yaitu langsung menuju Haurgeulis. Awalnya kami akan mengambil jalur alternatif yang alternatif, namun karena petunjuk dari warga setempat bahwa jalur tersebut tidak begitu layak dilalui serta berbahaya bagi pengendara motor, maka kami  memutuskan mengambil jalur Sumedang. Alhasil, kami keluar di Tanjung Siang dan itu tidak seberapa jauh dari Jatinangor. Saya luar biasa merasa tertipu oleh jalur ini. Haha.. Tapi semangat tetap ada sehingga kami pun melanjutkan perjalanan menuju Majalengka. Oya, kami pun tidak melewati momen melewati jalur alternatif dengan berfoto sejenak di tengah sawah.

IMG_1172

Berfoto bersama Simaput di tengah hamparan sawah.

IMG_1174

Partner boncengers sekaligus navigator saya berfoto di tengah hamparan sawah.

Berhubung “salah jalan”, setelah empat setengah jam yang luar biasa akhirnya kami sampai di Indramayu. Dalam kesempatan dua hari ini kami pun berkesempatan untuk berkeliling ke daerah Indramayu dan Cirebon.

 

IMG_1014

Tanpa sadar warna kulit tangan menjadi belang, bagian yang tertutup oleh jam tangan saya tidak terbakar matahari.

IMG_1149

Jarak Bandung – Indramayu via Subang – Sumedang adalah 174,8 Km dengan waktu tempuh kira-kira 4 jam 30 menit.

IMG_1166

Indramayu Kota Mangga.

IMG_1018

Bersama Simaput di depan patung Perumahan Bumi Patra.

IMG_1026

Tangki BBM Pertamina Balongan.

IMG_1040

Kawasan kilang Pertamina Balongan.

Tak lengkap rasanya jika jalan-jalan tanpa menikmati kuliner khas kota setempat. Berhubung partner saya ingin bernostalgia di kota yang membesarkannya, kami pun menyempatkan berkunjung ke tempat nongkrong dan rekreasi masyarakat Cirebon. Di sini kita juga dapat menemukan jajanan khas Kota Udang.

IMG_1046

Mall Grage.

IMG_1052

Tawar menawar.

IMG_1051

Jajanan khas Cirebon.

IMG_1063

Nostalgia sejenak dengan bermain game di Mall Grage.

Belum ke Cirebon jika belum menikmati empal gentong. Kabarnya, warung empal gentong yang terkenal juara di sini adalah warung Amarta. Kami pun berkesempatan berkunjung ke sana.

IMG_1072

Amarta adalah warung empal gentong yang “slow service”, maka selagi menunggu kita dapat menikmati sambelnya dulu.

IMG_1083

Empal gentong sedang diracik.

IMG_1074

Setelah menunggu tiga puluh menit, empal gentong siap dinikmati.

IMG_1084

Berfoto di depan warung Amarta.

Oleh-oleh khas Cirebon salah satunya adalah batik dari kampung batik Trusmi. Di sini kita bisa belanja batik sepuasnya dengan “harga pengrajin”. Sayangnya berhubung kami harus memikirkan beban yang harus dipikul saat perjalanan pulang, niat belanja sepuasnya harus sedikit ditahan.

IMG_1085

Salah satu outlet di kampung batik Trusmi.

Setelah berkeliling kesana-kemari, tak terasa hari pun mulai gelap dan terdengar kumandang adzan Maghrib. Kami menyempatkan berkunjung ke Masjid Agung Cirebon untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib.

IMG_1093

Masjid Agung Cirebon.

IMG_1167

Pindu depan Masjid Agung Cirebon.

IMG_1096

Stasiun Cirebon di malam hari.

Hari Minggu pagi adalah saatnya perjalanan pulang ke Bandung. Kami memilih untuk melewati jalur pantura menuju Pamanukan dan Subang. Memang jalur ini lebih “lurus” dibandingkan jalur keberangkaatn kami, namun juga lebih berbahaya karena kecepatan kendaraan cenderung lebih tinggi serta kondisi jalan yang penuh jebakan.

IMG_1111

Rehat sejenak di salah satu SPBU di Pantura.

IMG_1115

Tak berapa lama, kurang lebih sejam, kami sudah memasuki wilayah Pamanukan.

IMG_1116

Jalan raya Pamanukan – Subang Kota.

IMG_1121

Berjumpa kembali dengan patung nanas – Subang.

IMG_1123

Rehat sejenak sambil menikmati cemilan di patung nanas.

IMG_1148

Jagung bakar jadi cemilan favorit di Subang.

IMG_1161

Makan siang di Saung Pengkolan – Lembang.

IMG_1160

Sambel.

IMG_1159

Sate Kelinci.

IMG_1156

Jus belimbing dan jus melon.

Kurang lebih empat jam di jalan sekaligus rekreasi, kami dan Simaput pun sampai di Bandung dengan selamat.

IMG_1165

Simaput setelah touring.

IMG_1163

Jarak tempuh touring kali ini adalah 336,3 Km.

Alhamdulillah perjalanan touring ini berhasil kami tempuh sekaligus didukung dengan faktor mestakung. Saya tidak tahu apakah saya mau mengulangi perjalanan ini untuk kedua kalinya. Tapi ada satu pernyataan saya saya kutip dari teman kampus saya, “Setiap orang itu setidaknya punya satu prestasi petualangan yang bisa dia ceritakan kepada generasi berikutnya, dan itu adalah bukti bahwa kita itu bisa jika berusaha.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s