Berburu Durian Lokal di Bandung Timur

Jika berburu durian lokal di kota besar seperti Bandung memang tidak bisa mengaharapkan durian sekualitas durian di Sumatera, meskipun para pedagang mengaku durian yang mereka jajakan berasal dari daerah-daerah di Sumatera. Tapi bagi pecinta buah yang dijuluki sebagai raja buah ini, ada yang menjualnya saja sudah bisa jadi pengobat rindu.

Beberapa minggu ini, buah ini pun masuk ke kota Kembang dan banyak dijajakan di pinggir jalan. Salah satu wilayah Bandung yang ramai dengan pedagang durian adalah wilayah Bandung Timur. Memang bukan di Bandung Timur saja, bagi yang tinggal di Bandung Utara bisa mencarinya di daerah Pasar Lembang.

berburu durian 1

Durian yang dijajakan di pinggir jalan.

Berburu durian memang susah-susah mudah. Bagi saya indikatornya adalah bau durian itu sendiri. Jika tidak tercium bau menyengat khas durian, maka kebanyakan durian yang dijajakan masih belum matang. Tapi tenang, sama halnya dengan pisang dan mangga, durian juga merupakan salah satu buah yang dapat matang sendiri meskipun telah dipetik dari batangnya. Jadi kalau kita berencana membeli durian yang akan dinikmati beberapa hari kemudian, kita dapat memilih warung durian dengan bau yang tidak begitu menyengat ini. Karena jika kita beli dalam posisi matang dan kemudian disimpan beberapa hari, maka bisa dipastikan rasa durian saat dimakan adalah asam.

tawar menawar

Tawar-menanwar.

Aktivitas yang tidak boleh terlewatkan dalam memburu durian adalah tawar-menawar. Ingat, jangan tertipu dengan tulisan Rp 10.000 /butir yang terpampang besar di depan toko. Jangan mau membayar hanya untuk durian afkir. Harga standar yang ditawarkan pedagang adalah Rp 50.000 hingga Rp 60.000 /butir. Sebagai informasi, harga tersebut adalah harga durian Monthong dari Bangkok, sedangkan untuk durian lokal kita dapat membelinya dengan harga di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 35.000 saja per butir. Tawarlah seharga tersebut setelah kita memiih durian yang kita inginkan, jika tidak maka bisa saja sang penjual memberikan durian dengan kualitas yang tidak terlalu baik.

durian keren

Durian matang.

Selanjutnya, bagaimana memilih durian yang sudah matang? Pada dasarnya setiap orang punya selera masing-masing. Namun, kebanyakan orang mengatakan bahwa durian matang itu yang daging buahnya tidak keras, aromanya menarik, serta rasanya manis. Karena buah durian ada di dalam kulit tebalnya yang berduri, maka ada beberapa trik yang biasa digunakan untuk meramalkan apakah durian itu sudah matang atau belum.

Pertama, dipukul-pukul kemudian didengarkan bunyi yang dikeluarkannya. Saya kurang ahli dalam hal ini, tapi beberapa orang berpendapat jika bunyi yang dihasilkan kasar maka durian tersebut sudah matang. Dipukul saja sepertinya kurang cukup, oleh karena itu perlu indikator kedua yaitu aromanya. Rasakan secara seksama aromanya, jika sudah matang maka aromanya akan manis. Namun hati-hati, jika aromanya terlalu menusuk bisa jadi durian tersebut sudah terlalu matang sehingga berasa asam, atau malah sudah busuk di bagian dalam.

Indiktor ketiga adalah lihatlah fisiknya. Perhatikan kulit dan batangnya, pastikan tidak bolong akibat sudah dicicipi terlebih dahulu atau akibat ulat, atau apapun itu. Fisik durian yang bagus itu yang memiliki badang yang agak menggelembung sehingga ruas badannya lebih besar yang berarti daging buahnya lebih besar pula. Oya, saya agak heran mengapa pedagang mengizinkan pembeli untuk mencongkel durian yang belum dibeli. Setelah dicongkel durian akan masuk angin serta akan semakin cepat matang dan busuk. Oleh karena itu tindakan conkel-mencongkel sebaiknya tidak dilakukan.

afkir

Pemilihan yang gagal.

Ada satu lagi trik memilih durian yang sesuai dengan keinginan, yaitu banyak-banyaklah berdoa. Meskipun trik tersebut sudah lazim digunakan, namun belum berarti akurat. Seperti kata pepatah, “dalamnya lautan dapat diukur, tapi isi durian siapa yang tahu.”, hehe.. Meskipun sudah teliti memilih, tetap saja paling tidak ada satu yang gagal. Aromanya sudah bagus, dagingnya tebal, tidak busuk pula. Hanya saja, keras dan kurang nikmat untuk dimakan. Sepertinya durian ini butuh sehari lagi supaya matang.

Oya, ada trik yang perlu diperhatikan bagi para penikmat durian di kota besar. Sadarlah, bahwa kebun durian di kota besar itu hampir mustahil, durian pasti didatangkan dari daerah lain. Butuh waktu hingga durian sampai ke kota. Periksalah cuaca dan kondisi lalu lintas jalur distribusi durian. Seperti pada saat saya membeli durian di atas, saat itu Jakarta dan sekitarnya sedang dilanda banjir, sehingga lalu lintas distribusi terganggu. Saya tidak tahu apakah durian bisa diangkut lewat penerbangan atau jalur laut, tapi saya pikir itu terlalu beresiko. Meskipun durian yang saya pilih matang, namun saya sudah merasakan sedikit rasa asam (meskipun sedikit sekali tapi tetap terasa) akibat terlalu lama di jalan.

Mudah-mudahan trik sederhana ini dapat bermanfaat. Selamat berburu durian. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s