Lewat Tengah Malam

Pulang lewat tengah malam sebenarnya hal yang biasa bagi seorang dengan profesi konsultan IT seperti saya. Namun kali ini bukan karena lembur akibat kepepet deadline, melainkan ini pertama kalinya saya dan rekan saya pulang lewat tengah malam hanya gara-gara ingin nonton The Hobbit versi 3D. Sebelumnya kami sudah cek dan ricek jadwal pemutaran film tersebut di internet, dan di website resmi bioskop tempat kami nonton tertera pukul 21.15. Film tersebut berdurasi 2 jam 20 menitan, itu berarti kami keluar gedung bioskop pukul 23.35. Cukup waktu 25 menit untuk perjalan pulang sebelum Simaput berubah menjadi kucing akibat terlambat mengantarkan Cinderella pulang. Haha..

Tapi rencana itu buyar sudah akibat jadwal pemutaran film tidak sesuai dengan apa yang tertera di bioskop, molor 30 menit menjadi 21.45. Hmm. apa boleh bulat, saya harus memantrai Simaput lebih lama agar dia tidak berubah menjadi kucing dulu setelah tengah malam nanti. Mantra tambahan tersebut ternyata tidak sia-sia, film yang kami tonton memang luar biasa memanjakan mata. Seru, takjub, kocak, menegangkan, dan pusing serta ngantuk bercampur menjadi pengalaman yang luar biasa saat menonton film ini.

Setelah hampir dua setengah jam, film pun berakhir dengan ending yang mengisyaratkan akan ada sekuel film berikutnya yang merupakan lanjutan dari kisah film yang baru saja kami tonton. Pada saat film berakhir, setelah lampu ruangan menyala, praktis hampir seluruh audience melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan, melihat jam. Sureprise, jam 00.30 teng! Semua heboh soal jam, “Wah.. sudah setengah satu.”, saya dengar keluhan seorang wanita karier yang berdiri di depan saya sambil menggendong seorang anak bayi yang sudah terlelap kepada suaminya. Dan ibu muda itu bukanlah satu-satunya yang mengeluhkan hal tersebut. Kami? Hmm.. tidak terlalu, karena kami tahu film akan berakhir lewat tengah malam. Setiba di parkiran pun saya menemukan Simaput masih berwujud maput (macan putih) dan belum berubah menjadi kucing. Mantra berhasil. Maka pulang lah Cinderella dengan selamat sampai di rumah tanpa meninggalkan sepatu kaca. ^__^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s