Tablet Untuk Ortu

image

Dikala kebanyakan orang tua yang berusia kurang lebih enam puluh tahunan enggan belajar dan menekuni sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, orang tua saya malah sebaliknya. Baik ibu maupun ayah malah masih sangat semangat mengikuti perkembangan teknologi. Bahkan terkadang saya sering berdiskusi dan meninta petunjuk serta masukan dari ayah maupun ibu tentang topik yang berhubungan dengan teknologi. Tapi kadang ada ribetnya juga, karena pasti jika terjadi masalah dengan laptop atau alat teknologi lain, maka itu adalah tanggung jawab saya untuk memperbaikinya dengan alasan yang sama setiap waktunya. “Ya.. kan kamu yang kuliah Teknologi sampai S3.”, inilah kalimat pamungkasnya.
Saya rasa, saya harus mencari solusi untuk mengatasi ribetnya teknologi tersebut. Solusinya, bagaimana kalau dibelikan tablet saja. Buat internetan dan ngetik, bahkan mengambar dan menampilkan slide presentasi di proyektor saya rasa tablet 10″ dengan port HDMI adalah solusi yang pas. Sebenarnya ini bukan tablet yang pertama, dan hingga kini belum ada keluhan yang masuk gara-gara ulah ta let pertama. Keluhannya hanya pada ukuran layar yang hanya 7″ sehingga sulit dibaca. Walaupun saya tahu ada alasan lainnya. Hehe.. Semoga tablet yang saya namakan si Xoom ini bisa bermanfaat bagi beliau. Amin.

2 responses

  1. Setelah Google meluncurkan teknologi pembayarannya di New York dalam smartphone Android, PayPal menyerang kembali di pengadilan California dengan gugatan dugaan layanan itu merupakan produk sampingan dari pencurian intelektual dan pengkhianatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s