Troubleshooting ala Si Biru

Hari ini adalah hari dimana si Biru – Vespa p150S warna biru milik Babeh yang sekarang menjadi tanggung jawab saya – harus memperpanjang STNKnya. Sudah dari bulan Februari tahun ini si Biru tidak di tangan saya, melainkan dipinjamkan kepada Bapak penjaga usaha Fastlicious.com. Maka hari ini saya akan pergi ke sana untuk menjemput si Biru.

Saat pertama jumpa si Biru, lumayan lega, ternyata si Biru masih wujud. Namun saat saya coba jalankan, MasyaAllah.., ternyata beginilah jadinya jika si Biru dipinjamkan kepada orang yang tidak punya pengalaman membawa kendaraan sejenis. Per mati, busi ngak bisa dibuka, stang timpang, dan yang paling parah kunci busi hilang.. We-Te-eF !! @#!@^!#$$Q! >,<

Sialnya, baru beberapa meter jalan, si Biru menampakkan kekesalannya akibat ditinggal selama 8 bulan. Apa lagi kalau bukan mogok. Ya mogok.. Ah.. biasa, tinggal ampelas businya dan selah. Pasti menyala. Ya.. ampelas busi.. ya.. ya.. ya.. ya.. Tapi sebelumnya buka businya pakai gigi ya.. !%@#!%$@&

Kekesalan si Biru sepertinya berkompromi dengan alam. Hujan derasssssss…… tidak ada tempat berteduh. Akhirnya saya basah-basahan. “Puas?”, Pikir saya ke si Biru. Ya sudahlah saya pasrah mendorong si Biru dari Gedung Sate hingga Masjid Salman ITB dalam kondisi hujan. Ada insiden menarik di jalan Sulanjana. Persis di persimpangan lampu merah, tiba-tiba selah si biru tersangkut di bember mobil Grand Max hingga lepas. Saya pun pasrah dan meminta maaf kepada pemilik mobil berharap dia tidak marah besar. Bukannya marah, Bapak pemilik mobil hanya melihat bemper mobilnya dengan tenang kemudian tersenyum sambil berkata tidak apa-apa dan saya tidak perlu mengganti perbaikannya. Hupffhh.. Alhamdulillah saya selamat kali ini karena kebaikan orang. Insiden ini mengingatkan agar kita senantiasa selalu berbuat baik kepada orang lain. InsyaAllah.

Syukurlah hujan berhenti di tengah perjalanan dekat jembatan layang. Persis beberapa meter dari jembatan layang, depan Gereja, tampak ada sebuah Vespa sedang parkir. Spontan saya mampir untuk menyapanya seraya meminjam kunci busi yang saya cari-cari. Kunci busi dapat, namun si Biru masih marah. Businya tak bisa dibuka. Kerasss… Sudah beberapa orang mencoba tantangan tersebut tetap saja tidak berhasil. Kesal dan hampir saya berbalik marah kepada si Biru. Untungnya ada Eko, teman yang menemani saya mendorong si Biru. Eko tetap tenang meskipun saya sudah panik dan kesal.

Pada akhirnya saya pun mendorong si Biru di sisa perjalanan menuju Masjid Salman ITB. Saat sedang sibuk mendorong si Biru, hanya beberapa meter dari tempat tujuan, tiba-tiba saya dipanggil oleh beberapa orang siswa SMA yang sedang nongkrong. Ternyata mereka prihatin terhadap kondisi saya dan si Biru. Saya rasa wajar mereka prihatin, karena ternyata mereka adalah “anak Vespa” – yaitu sebutan untuk para pengendara Vespa. Saya pun menyerahkan si Biru kepada mereka untuk dianalisis dan diperbaiki.

Ternyata, kemampuan troubleshooting Vespa saya sudah menurun. Saya lupa, meskipun busi tidak bisa dicabut, namun kabelnya kan masih bisa dicabut dengan melepas leher kabel busi, #tepokjidat. Semua “anak Vespa” pasti sadar kalau busi adalah penyebab utama Vespa mogok, dan apapun harus dilakukan agar kita mendapat akses untuk memperbaiki businya. Hanya tiga puluh menit menganalisa, kita pun menemukan penyebab si Biru mogok. Leher kabel businya sudah tidak berfungsi sehingga harus diganti. Si Biru pun mendapatkan hibah dari salah seorang anak SMA yang memperbaikinya, dan dia pun dapat berjalan kembali.

Jadi, pelajaran kali ini adalah troubleshooting ala Si Biru. Langkah awal adalah selalu sedia kunci busi yang berkualitas di dalam bagasi. kemudian gunakan cara apa pun untuk dapat akses kepada busi. Terakhir, jika tidak bisa juga maka mintalah bantuan kepada sesama “anak Vespa” untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Oya lupa satu lagi.. ada pelajaran menarik dari “anak Vespa” saat troubleshooting, jangan lupa berdoa dan meminta pertolongan kepada Sang Pencipta agar diberi kemudahan dalam proses troubleshooting. Saat saya dibantu memperbaiki si Biru, semua “anak Vespa” – karena yang saya temui beragama Islam- membaca Basmalah sebelum menyelah mesin. Karena tak jarang terjadi Vespa tidak mau starter akibat kita lupa berdoa dan meminta pertolongan Yang Maha Esa.

Semoga bermanfaat untuk kita semua. ^_^

2 responses

  1. Pingback: Servis Si Biru Tahap Satu « 2persen's Blog

  2. Pingback: Ya Sudahlah.. « 2persen's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s