Membuat Pertanyaan yang Lebih Baik

Bentuk pertanyaan pada  sebuah test atau uji kompetensi dapat berfariasi tergantung pada karakteristik soal yang akan digunakan. Salah satu ulasan menarik tentang bagaimana membuat pertanyaan untuk uji kompetensi dapat dibaca di sini [Paper1]. Sedangkan teknik pembuatan pertanyaan untuk tipe essay dapat dibaca di sini [Paper2].

[Paper1] lebih banyak membahas teknik membuat pertanyaan yang objektif pada tipe soal pilihan ganda dan sejenisnya. Beberapa hal yang disoroti pada referensi pertama ini adalah:

  • Setiap pertanyaan pilihan ganda selalu mengandung stem atau kalimat pertanyaan, option atau pilihan jawaban, key atau kata kunci jawaban, dan distracters atau jawaban yang salah.
  • Stem harus berupa kalimat pertanyaan yang jelas, contoh “Energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm pada bidang fisika disebut dengan …”. Contoh yang buruk “Energi berbentuk gelombang elekromagnetik disebut dengan …”.
  • Key harus memberikan jawaban yang sangat jelas dan paling tepat sesuai dengan stem. Contoh: “a. cahaya”, contoh yang buruk “a. pada ilmu fisika jika panjang helombang 380-750 nm disebut cahaya”.
  • Pemilihan distracterhendaknya tingkat relevansinya tidak jauh dari key. Contoh: “a. cahaya; b. suara”, contoh yang buruk “a. cahaya; b. garpu tala”. Perhatikan relevansi pilihan distracter yang masih relevan dengan kata kunci gelombang.
  • Kurangi pertanyaan negatif, seperti “mana yang TIDAK TERMASUK …”. Jika soal tersebut harus muncul, maka tandai dengan cetak kapital.
  • Hindari redudansi kata pada option. Contoh “a. bumi berputar mengelilingi matahari; b. bumi berputar mengelilingi bulan”. Sebaiknya kalimat tersebut dapat direduksi dengan memperbaiki stem menjadi “Revolusi bumi berarti bumi berputar mengelilingi …”. Optionnya menjadi “a. bumi – matahari; b. bumi – bulan”.
  • Hindari membuat soal yang mirip berulang-ulang sehingga menghasilkan clue jawaban. Contoh “1. Tokoh penemu dan pencipta pesawat adalah …” optionnya “a. Wright bersaudara; b. Marconi”. Soal pada bagian lainnya “2. Wright bersaudara menemukan dan menciptakan pesawat pada tahun …”. Soal tersebut terlalu banyak memberikan petunjuk terhadap peserta test.

[Paper2] melengkapi pembahasan tentang membuat soal dalam format essay. Menurut paper 2, soal essay lebih ditujukan untuk membuat pertanyaan dimana jawabannya bersifat subjektif. Hal ini bertolak belakang dengan model soal pilihan ganda yang mengutamakan objektifitas jawaban yang diterima. Adapun beberapa kriteria soal essay yang baik adalah sebagai berikut:

  • Peserta ujian dituntut untuk menulis jawaban dan argumen secara jelas daripada memilih salah satu jawaban yang dianggap benar.
  • Menantang peserta ujian untuk menjawab dengan kalimat singkat, padat dan jelas.
  • Jawaban yang dihasilkan hendaknya hasil pemikiran masing-masing peserta. Dengan demikian setiap jawaban tidak ada yang persis sama antara satu sama lainnya..
  • Jawaban akan bersifat subjektif, sehingga butuh penilaian dari pakar untuk menentukan akurasi dan kualitas jawaban.
  • Pertanyaan-pertanyaan essay yang paling efektif memerlukan pemikiran yang dalam dan original dari penjawabnya.
  • Pertanyaan essay dapat menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau kritis.
  • Hasil evaluasi adalah hasil evaluasi pada jalan pemikiran dan cara penjawab meyakinkan menggunakan teori-teori pendukung.
  • Pertanyaan dan tanggapan pada soal essay harus kongkrit dan mendekati persoalan dunia nyata.

Penggunaan model soal pilihan ganda yang memiliki sifat objektif akan sangat cocok digunakan untuk evaluasi pemahaman pada bidang ilmu pasti, sedangkan soal essay akan sangat cocok jika diterapkan untuk memancing sikap kritis dari penjawab. Berikut adalah contoh pertanyaan essay yang diberikan, namun belum efektif:

  1. Apa bedanya pengetahuan ilmiah dan pengetahuan non ilmiah?
  2. Apa perbedaan antara metode induksi dan deduksi pada metode ilmiah?
  3. Apa perbedaan filsafat Hume dengan Locke?

Pertanyaan essay di atas dianggap belum efektif karena pertannyan tersebut justru mengekang pemikiran pada pemahan definisi tertentu. Soal yang diajukan pun tidak memberikan jawaban yang kongkrit dan mendekati dunia nyata. Sikap kritis pun akan terkekang pada definis yang terdapat dalam buku. Efeknya adalah jalan pikiran penjawab tidak akan tampak jelas pada jawaban yang diperoleh.

Tiga soal di atas dapat dikonversi menjadi pertanyaan yang lebih efektif, yaitu sebagai berikut:

  1. Apa keunggulan serta kelemahan pengetahuan ilmiah dibandingkan dengan pengetahuan non ilmiah. Berikan contoh sebuah kasusnya dimana keunggulan ilmiah lebih unggul dibandingkan pengetahuan non ilmiah serta sebaliknya.
  2. Gunakan metode ilmiah secara induksi dan deduksi untuk mengatasi persoalan besar seperti kebakaran hutan di wilayah tropis.
  3. Proses apa saja yang harus dilakukan untuk menentukan ide dasar pada penelitian jika ditinjau dari filsafat Hume dan Filsafat Locke. Hubungkan dengan penelitian yang akan Anda lakukan dengan cara membuat road map penelitian berdasarkan masing-masing aliran filsafat dari dua tokoh tersebut.

Untuk membuktikan apakah pertanyaan di atas merupakan pertanyaan essay yang efektif, maka silahkan jawab sesuai dengan dasar pemikiran dan pemahaman masing-masing. Apabila penjawab membutuhkan pemikiran yang dalam dan mampu membayangkan solusi kongkrit yang mendekati persoalan dunia nyata, maka soal tersebut dapat dikatakan efektif. Namun, apakah soal ini merupakan model yang paling efektif? Jawabannya belum dan butuh penelitian lebih lanjut, karena belum semua kriteria soal yang efektif diacu dalam perancangan soal tersebut.

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s