Teman Baru Si Ungu

Dua hari yang lalu si Ungu berkenalan dengan teman barunya yang sama-sama pabrikan Acer. Tipenya adalah Acer s3 (processor i5). Meski berasal dari label yang sama, namun mereka berdua sangat berbeda satu sama lainnya. Dari ketebalannya bisa dibandingkan dari foto di atas (kiri S3, kanan si Ungu). Berat temannya kurang lebih 30% dari berat si Ungu. Kehandalan processornya kurang lebih sama (i5), hanya si Ungu memiliki clock yang lebih besar. Ukuran diagonal layar LED si Ungu 0,7″ lebih besar dari temannya.

Kapasitas penyimpanan HDD sama-sama pada 500MB, hanya temannya tidak mudah untuk di-upgrade seperti yang dapat dilakukan pada si Ungu. RAM si Ungu sudah di-upgrade hingga 8GB, sedangkan temannya tetap pada 4GB dan sepertinya sulit untuk ditambah lagi. Port yang dimiliki si Ungu lebih lengkap dibandingkan temannya, yang paling mencolok adalah si Ungu memiliki pembaca disc yang tidak dimiliki temannya. Si Ungu boleh berbangga dengan kehandalan VGA berlabel NVIDIA 1GB yang tidak dimiliki temannya, tapi dari desain si Ungu pasti sangat iri sama temannya.

Sedikit review-reviewan dari saya tentang temannya si Ungu, yaitu Acer S3, desainnya sangat menarik dan besar layar cukup besar. Beratnya yang tergolong enteng membuat kita lupa bahwa kita sedang membawa laptop di dalam tas.. (jiah.. berlebihan pisan..). Performanya juga mantab. Harganya lumayan, lebih mahal dari si Ungu tapi jauh lebih murah dari produk-produk setipe dengan label lain. Tidak adanya port VGA out  dan hanya mengandalkan HDMI membuat beberapa proyektor tidak kompatibel dengannya. Tapi tenang.. sekarang proyektor sudah pakai teknologi wireless dan keunggulan Acer S3 ini ada pada kecepatan konektifitas jaringannya.

Dari segi bahannya, anti fingerprint bisa menjaga keeleganan tampilannya, hanya saking tipisnya jadi terkesan sangat fragile. Tapi untuk hal kokoh atau tidaknya saya kurang paham, memangnya ada laptop yang kokoh? Jawabannya ada, tapi tidak banyak atau hanya diproduksi untuk kepentingan khusus. Oya, ternyata isu yang digembar-gemborkan di forum-forum tentang Acer S3 ini ternyata benar. Ternyata keyboardnya terlalu dangkal dan feedback agak kurang terasa. Tapi lama-kelamaan pasti terbiasa, orang lain pakai touchscreen yang feedback-nya sama sekali tidak terasa saja tidak ada masalah apa-apa toh..?

Kesimpulan dari review-reviewan pada temannya si Ungu ini ternyata temannya pun memiliki performa yang kurang lebih mendekati si Ungu. Temannya sangat mengandalkan desainnya yang elegan. Sangat cocok untuk wanita karir. Ya.. wanita karir. Jika dikomparasikan.. Hmm.. saya tetap lebih cocok pada si Ungu untuk mendampingi kerja ataupun kuliah karena kehandalan dan kelengkapannya. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s