Sepertiga Umur Untuk Tidur

Suatu hari, seorang motivator berbicara di depan audiencenya yang kebanyakan mahasiswa tingkat awal. Topik bahasan saat itu adalah kiat lulus kuliah, dan salah satu usulan motivator tersebut yaitu dengan mengurangi tidur.

“Rekan-rekan sekalian di sini tidur berapa jam sehari?” Tanya motivator kepada audience.

Ada yang menjawab 8 jam, 7 jam, 6 jam, bahkan ada yang 12 jam..

“Apabila umur rekan-rekan sekarang 18 tahun, maka sadarkah kita jika kita tidur 8 jam sehari kita sudah menghabiskan 6 tahun umur kita hanya untuk tidur.” Sang motivator berusaha memperkuat teorinya.

Semua audience di sana pun tanpa pikir panjang percaya dengan sang Motivator. Tapi menurut saya, harusnya bukan kurangi tidur, melainkan tidurlah yang cukup – jangan berlebihan atau jangan kurang. Alasannya, apabila tidak ada alokasi sepertiga umur kita untuk istirahat dan tidur, maka mungkin akan berat untuk mencapai umur ke 19.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s