Don`t Judge The Book by It`s Cover

Suatu malam saat saya sedang membeli kebab, tiba-tiba datang seseorang yang ngakunya dari rumah cemara. Rumah cemara yang saya ketahui adalah panti rehabilitasi yang ada di dekat rumah saya, halamannya sekarang sudah menjadi kantin, dan tidak banyak yang tahu kalau bangunan itu adalah panti rehabilitasi. Sesuai dengan tempat dia berasal, wajahnya agak sedikit lesu dan tampilannya lusuh, namun gaya bicaranya begitu semangat.

Penasaran dengan tingkahnya, saya pun bertanya apa yang menyebabkannya begitu semangat. Spektakuler… Tak ada yang menduga kan kalau dia dan teman-temannya baru pulang dari luar negeri untuk main bola di kejuaraan tingkat dunia yang dilaksanakan di Eropa. Fantastisnya lagi, mereka malah mengalahkan negara-negara elit sepakbola. Ada yang percaya…?

Hmm.. Saya tidak percaya, tapi tetap berusaha meladeninya bicara. Saya hanya cengar-cengir takjub dengan kemampuan ‘ngeyelnya’. Hingga akhirnya, saat saya menulis tulisan ini, saya berubah menjadi salut. Ternyata apa yang diceriakannya benar-benar terjadi. Salah satu stasiun televis swasta yang membenarkannya. Ternyata mereka berhasil menjadi peringkat 7 (kalau saya tidak salah ingat). Ternyata pepatah ‘don`t judge the book by it`s cover’ memang ada benarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s