Siapa yang Dikategorikan Buzzer?

Seseorang yang melakukan update status secara kontinyu dalam jeda waktu yang singkat serta memiliki banyak follower di social media sering disebut dengan istilah buzzer. Namun apakah definisi itu cukup untuk menyatakan seseorang menjadi buzzer di social media? Menurut rekan saya, buzzer bukan hanya dilihat dari jumlah followers saja, melainkan perlu dipertimbangkan aspek following-nya. Cukup logis, alasannya adalah bisa saja orang tersebut menambahkan following-nya pada seseorang dengan maksud agar di-followback.

Saya adalah salah seorang yang segan apabila ada seseorang yang following tapi saya tidak followback orang tersebut. Beberapa dari teman saya juga dapat dikategorkan buzzer-konvensional (banyak follower – banyak following). Namun, saya lebih acuh tak acuh pada status mereka, saya lebih senang membaca status buzzer modern yang benar-benar buzzer dengan rasio following lebih sedikit dari pada followersnya, bukan hanya sekedar buzzer konvensional. Mengapa demikian, karena menurut saya statusnya lebih bermakna dan lebih dipikirkan ketimbang buzzer konensional yang cenderung menuliskan status yang ‘asal jadi’.

Hmm.. jadi pernyataan teman saya tersebut saya rasa benar adanya. Buzzer hendaknya mempertimbangkan rasio followers dan following-nya. Alasannya adalah unsur kepercayaan yang lebih kuat terhadap statusnya ketimbang buzzer konvensional. Hmm.. Namun alasan ini bukan semata-mata mencegah kita untuk following status seseorang lho..šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s