Ekspedisi Pekanbaru

Suatu ketika saya dan seorang teman diharuskan melakukan perjalanan kerja ke kota Pekanbaru, Riau. Pagi itu kami mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Perjalanan dari Bandung ke kota ini tidaklah butuh waktu lama. Normalnya, kita butuh waktu 3 jam dari Bandung ke Jakarta dan 1 jam 30 menit untuk perjalanan udara dari Jakarta ke Pekanbaru. Hanya tertidur sebentar dan kami pun sudah mendarat di ibu kota propinsi Riau ini.

Karena perjalanan ini dilakukan mendadak, maka kami sama sekali belum melakukan reservasi hotel ataupun penginapan tempat bermalam. Saat menelusuri info hotel dan penginalan via internet, kami menemukan beberapa hotel berbintang yang direkomendasikan. Harganya berkisar antara 600 ribu ke atas untuk berdua. Apa boleh buat, kami pun mencoba melakukan reservasi via telepon. Ternyata jika kita pandai-pandai berkomunikasi dan negosiasi, kita bisa membayar setengah harga dari apa yang tertera di internet. Plus, kami tidak perlu repot-repot cari taksi, karena ada mobil jemputan dari hotel.

Kesan pertama saya di kota ini adalah panas, seperti di panggang dalam microwave. Namun penduduknya sangat ramah. Kesan lainnya, ternyata masih banyak lahan kosong di sini. Penduduknya tidak sepadat Jakarta dan Bandung. Tidak macet dan tidak banyak angkot yang ngetem. Benar-benar kota yang indah dan tertata.

Sebelum kembali ke Bandung, saya pun menyempatkan diri silaturahmi ke rumah saudara yang saya ketahui dari cerita saudara-saudara saya dan cerita orang tua saya namun belum pernah bertemu sebelumnya. Karena dapat informasi dari facebook dan google map, saya pun mencari alamat kediaman saudara saya tersebut. Tidak terlalu sulit, ternyata jalan di kota ini mudah untuk dicari dan ditelusuri.

Makanan khas kota ini ternyata tidak jauh berbeda dengan masakan Padang yang terkenal. Karena saya orang asli Minang, saya tidak terlalu bermasalah dengan makanan di sini, apalagi pada gulai jariang yang paling ditakuti oleh teman saya.. hehehe..

Meskipun berhawa panas, namun kota ini dapat memberikan kesan yang baik bagi para pengunjungnya. Saya menyadari tidak cukup waktu 3 hari untuk menelusuri seluruh isi kota ini. InsyaAllah kita bertemu lagi di lain waktu dengan kesan yang berbeda, Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s