Mesin Cuci Otomatis

Saat sedang berada di Bandung, ayah membelikan saya dan kakak seperangkat mesin cuci otomatis ‘top-load’ satu pintu. Awalnya saya tidak tahu bagaimana cara kerja mesin tersebut. Kata otomatis setelah mesin cuci dan sebelum ‘top-load‘ itu saya sadur dari buku bawaan mesin cuci yang berjudul ‘Mesin Cuci Otomatis: Buku Manual’. Maka dari itu saya menamakannya sesuai dengan judulnya, walaupun agak heran letak otomatisnya dimana. Sedangkan kata ‘top-load‘ itu saya ambil dari istilah yang terdapat di mesin pencari untuk mesin cuci dimana kain dimasukkan dari bagian atas mesin.

Untuk mencari tahu makna otomatis, maka yang pertama kali dilakukan adalah membaca isi buku manual tersebut. Mulai dari cara pasang hingga cara perawatan tertera jelas di sana. Meskipun demikian, semua penjelasan tidak menekankan pada fitur otomatis. Karena heran campur penasaran, saya pun memberanikan diri melakukan setting pada mesin cuci yang katanya otomatis ini, mulai dari setting listrik, saluran air, kemiringan dan ketinggian mesin, serta asesoris-asesoris pelengkap mesin tersebut.

Setelah 1 jam, akhirnya saya mendapatkan settingan yang pas dan sesuai dengan apa yang tertera pada buku manual mesin cuci yang katanya otomatis ini. Saat ini buku manual ini sudah bisa disimpan di rak buku, waktunya untuk ‘learning-by-doing‘.

Pertama, syarat utama mencuci pakaian adalah pakaiannya, masukkan beberapa pakaian kotor yang setipe dan sewarna.

Kedua, siapkan deterjen dan pewangi pada wadah yang disediakan.

Ketiga, air, alirkan air ke dalam mesin. Anehnya, airnya malah ditahan oleh mesin sehingga tidak masuk ke dalam tabung. Meskipun masih ragu-ragu, saya pun memberanikan diri menekan tombol ‘ON‘. Serentak saya kaget melihat mesin langsung berputar tanpa air. Ternyata putarannya hanya berlangsung sebentar dan airpun mengalir ke dalam tabung. Tak lama kemudian, mesin pun mulai berputar bolak-balik tanda sedang mencuci pakaian.

Pada layar tertulis 50 min. yang artinya mungkin proses ini berjalan selama 50 menit. Saya sedikit kaget karena 50 menit itu sama dengan waktu untuk memandikan sapi (hehehe..). Karena takut mesin ini malah membuat kerusakan pada pakaian, saya pun menunggu sambil duduk selama 50 menit di depan mesin cuci yang katanya otomatis ini hingga ketiduran. Saat tersentak bangun, mesin sudah menunjukkan waktu 2 min., berarti prosesnya tinggal 2 menit. Saat itu mesin sedang melakukan putaran yang sangat kencang sehingga semua kain di dalamnya melayang.

Ting.. tong..‘, Alarm tanda mesin berhenti bekerja pun dinyalakan dan saya pun dengan rasa heran membuka mesin dan mendapati kain dalam keadaan hampir kering, dapat kering jika dijemur 1 jam. Saya pun baru mengerti makna otomatis pada kata benda mesin cuci otomatis. Meskipun otomatis, bukan berarti tanpa kelemahan lho.. ^_^

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s