Modul, Modul dan Modul..

Dua bulan yang lalu saya memberi pelatian AR di salah satu Universitas Negeri di Bandung. Karena kurang persiapan, maka pelatihan dilakukan secara live tanpa modul, dimana saya mempraktekan teorinya secara langsung melalui layar sedangkan mahasiswa dan dosen-dosen mengikuti apa yang saya lakukan pada laptop mereka masing-masing. Cara ini ternyata kurang efektif untuk kelas masal seperti ini, sehingga banyak audience yang terlambat dan tidak dapat mengikuti materi. Di akhir pertemuan pun saya menjanjikan akan mengirim modul lengkap pelatihan tersebut.

Satu bulan yang lalu, saya pun berdalih akan menjalani UAS dan sidang akhir sehingga saya tidak dapat menyelesaikan modul. Alhamdulillah mereka mengerti dan mau menunggu hingga saya selesai UAS dan sidang akhir.

Sekarang, modul itu satu kalimat pun belum ada yang saya tulis. Bahkan janji itu baru teringat beberapa menit yang lalu sebelum tulisan ini di posting. Yaa.. Allah, betapa pelupanya hamba.. Oke deh, besok harus beres dan segera minta maaf karena keterlambatan ini. Semoga mereka tidak jengkel. Amiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s