Angin Malam

Suatu malam, kebetulan saya sedang sendirian di rumah. Saat itu saya bermaksud untuk menjemur pakaian yang saya cuci ke tingkat atas rumah. Tingkat paling atas rumah saya emang dibuat khusus untuk jemuran.

Baru menjemur 2 sampai 3 potong pakaian, tiba-tiba angin malam yang kencang dan dingin menghebus dengan kencang. Hawa dingin pun mulai terasa. Awalnya saya tidak mau mempedulikan angin tersebut. Lama-kelamaan, saya pun merinding juga. Saat itu kondisi gelap, namun saya ditemani oleh kerlap-kerlip lampu kota Bandung bagian selatan.

Hawa dingin terus berembus dari punggung saya. Saat itu saya tidak ingin menoleh ke belakang karena tidak ingin mengganggu konsentrasi saya menjemur pakaian. Namun setelah semua pakaian tuntas dijemur, saya pun mulai menoleh ke belakang. Dan, tiba-tiba..

WAAAAAA.. Astaghfirullah..

Saya benar-benar kaget dengan apa yang saya lihat. Ternyata genteng bagian belakang lepas lagi. Pantesan anginnya lebih kenceng dari biasanya. Ambil palu dan beberapa paku payung yang dilapisi karet, mari kita manjat genteng.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s