Orang Minta Sumbangan yang Aneh

Siang itu, saya dan ayah saya (kebetulan sedang datang ke Bandung) sedang duduk di sofa ruang tamu sambil membahas fitur hp Android yang baru dibeli. Tiba-tiba datang seorang berpakaian rapih, membawa map di tangan kanannya berdiri tegak di depan pintu bagian tengah (lebih mirip memaksa untuk dipersilahkan masuk). Saya dan ayah saya bingung, tanpa salam dan tanpa permisi (karena gak kedengeran dia mengucap salam) tiba-tiba ngajak ngobrol dan memaksa masuk.

Setelah beberapa detik saya dan ayah bingung, akhirnya terjadilah percakapan.

A (Ayah), S (Saya), OMS (Orang Minta Sumbangan)

A: Ada perlu apa?

OMS: blup..bluop.. (suara mirip orang kumur-kumur, masalahnya suaranya kecil dan gak jelas)

A: Yat (panggilan ayah ke saya), coba tanyain tuh orang maunya apa. Ngomongnya gak jelas.

S: Ada perlu apa mas?

OMS: Ya, biasa mas.

S: Maksudnya?

OMS: Ini mas (sambil menyodorkan map yang baru terisi  5 orang dan satu diantaranya dicoret).

S: Apa ini?

OMS: Sumbangan mas.

S: Ooo.. sumbangan. Boleh-boleh, silahkan masuk. Sumbangan buat apa?

OMS: Pesantren mas (tapi OMS tidak masuk).

S: Pesantren mana?

OMS: Pesantren … mas (menyebutkan nama pesantren,  seperti berawalan Al-.. atau Nurul .. pokoknya terdengar layaknya nama pesantren deh.. habisnya gak jelas ngomong apa).

S: OK, tapi sebelumnya saya mau liat surat pengantar dari RT atau RW sini ya.

OMS: Hablum Minallah dan Hablum Minannas aja mas.

S: Maksudnya..?

OMS: Ya.. seikhlasnya aja mas (suaranya mendadak keras).

S: Klo emang tujuannya Hablum Minallah dan Hablum Minannas, mas penuhi dulu aturan warga sini ya. Silahkan mas ke pak RT atau RW trus bilang tujuannya mas. Sebab di sini warga gak boleh memberi sumbangan dalam bentuk apapun tanpa sepengetahuan RT atau RW setempat. Nih ada stikernya jelas (saya menunjut stiker yang dipasang oleh petugas RT dan RW di kaca rumah saya).

OMS: Yah.. klo gak mau ya udah mas. Saya kan cuma mau minta sumbangan.

S: Ya.. gak apa-apa. Cuma maaf aja, saya gak bisa ngasih klo tanpa izin. Sebab kita udah diperingatin RT.

OMS: Ya udah deh.. ngak usah juga gak apa-apa (marah sambil menggumam dan kemudian pergi ke rumah tetangga).

S: Ya.. maaf ya mas.

Namun beberapa detik kemudian OMS pun pergi sambil marah dan menggumam lewat depan rumah saya dari rumah tetangga. Tampaknya tetangga saya berfikiran sama dengan saya. Mungkin klo OMS memiliki surat izin, warga pun gak akan khawatir dana yang disumbangkan akan lari ke mana. Klo gini sih, orang-orang pun bakal ragu. Takutnya malah dipake buat kegiatan yang tidak-tidak. Karena alasan itulah RT dan RW membuat aturan itu.

Oya, selain itu gak jarang juga terjadi perampokkan berdalih meminta sumbangan. Denger-denger ada juga tukang minta sumbangan yang membuka pintu rumah tanpa izin, kemudian mengambil barang-barang di ruang tamu saat tuan rumah sedang di kamar mandi atau tidak memperhatikan barang-barangnya.

Aneh-aneh aja ya OMS sekarang.. waspadalah..

Semoga bermanfaat.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s