Cabe Mana yang Lebih Mahal?

Tiga orang mahasiswa tingkat akhir (bisa dilihat dari penampilannya) sedang berdebat disebuah warung kopi sambil nyetel siaran bola ditemani mie rebus hangat pada malam itu. Topik debatnya adalah tentang harga cabe yang naik. Mungkin topik ini diambil karena gorengan teman makan mie rebus tidak dilengkapi dengan cengek atau cabe rawit.

Tiga orang mahasiswa ini pun dibagi menjadi 2 kubu yang tidak seimbang. Jika Anda berfikir bahannya debatnya adalah mengapa harga cabe tinggi serta apa yang menjadi solusinya, Anda salah besar. Mereka berdebat tentang manakah yang lebih mahal, cabe merah atau cengek..?

Lucu juga mendengarnya. Kubu A berkata bahwa cabe merah yang mahal. Harganya sampai ratusan ribu per kilo. Sementara kubu B tidak mau kalah, mereka (ber-2) berpendapat bahwa cengek lebih mahal. Katanya hampir dua ratus ribu per kilo. Salah satu kubu tidak ada yang mau mengalah. Mereka tetap membela cabe pilihan mereka yang lebih mahal. Kok.. malah jadi mirip kampanye pemilu, saling membela partai masing-masing.

Bisa dipastikan mereka belum tau harga cabe yang sebenarnya. Mereka menyebut cabe mahal karena orang-orang menyebutnya begitu.

Sebenarnya saya juga tidak tahu mana yang lebih mahal, jadi saya tidak bisa memberi masukkan. Pengalaman saya membeli cabe saat harganya masih beranjak naik, yaitu cabe keriting merah 80 ribu per kilo dan cengek 110 ribu per kilo. Tapi kalau saya menyampaikan itu kepada mereka, nanti malah terlibat perdebatan yang aneh ini.. Ya sudah, lebih baik bayar pesanan mie rebus saya dan segera pulang. . hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s