Masuk Lubang dan Guling-Guling

Malam hari jam 10 malam pasca nonton bola yang dilakoni timnas senior Indonesia, saya menggas motor merah menyusuri jalan Pondok Hijau. Pada speedometer, jarum menunjukkan posisi 35 yang berarti kecepatan saya hanya 35km/jam. Saya tidak berani ngebut di jalan ini mengingat banyak lobang yang menganga menanti korban.

Saat menyusuri jalan menurun, saya melihat ada lobang besar dengan jarak 30 meter di depan. Saya mengelak ke kiri jalan, namun naas saya terjebak dan tiba-tiba lobang kecil dan dalam melahap roda motor saya. Jalanan saat itu benar-benar gelap sehingga saya sama sekali tidak bisa melihat lobang itu. Alhamdulillah saya masih bisa menguasai motor yang saya kendarai, namun barang bawaan saya termasuk helm cadangan terbang akibat hentakan keras. Lucunya, kecepatan barang bawaan, yang berisi belanjaan makanan dan beberapa botol air mineral, lebih cepat dari kecepatan motor saya. Mereka berguling-guling hingga sampai lebih dulu ke dasar turunan.

Setelah mereka berhenti, saya pun memunguti satu per satu barang-barang tersebut. Lucu juga, jika saya mengendarai motor di turunan saat mengejar barang itu sekitar 50km/jam, berarti kecepatan mereka turun lebih dari itu?? wow.. Alhamdulillah ya Allah bukan saya dan motor saya yang guling-guling di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s