“Mas, Duitnya Sobek”

Siang itu saya berkunjung ke stationary ingin beli sampul buku. Harga sampul satu roll Rp 7.000. Saya mengeluarkan pecahan uang ribuan dan dua ribuan yang lumayan “kucel”. Uang rusak? Sudah hal yang biasa di negeri ini bukan?

Dengan dahi mengkerut, sang penjaga toko pun berkata, “Mas, duitnya sobek.” sambil memperlihatkan uang pecahan seribu yang kucel dan memang sedikit sobek di pinggir.

“Oya? sobek ya mbak? Klo gitu ganti sama ini deh.” saya menukarkan dua lembar seribuan yang kucel dengan uang duaribuan yang lumayan kucel juga.

Walau tampak kurang berkenan, akhirnya uang tersebut diambil juga. Mungkin karena tidak ada pilihan lagi.

Setelah transaksi berhasil terlaksana, saya pun mengevaluasi isi dompet. Tidak mengherankan, sebagian besar uang pecahan ribuan hingga sepuluh ribuan maupun dua puluh ribuan yang ada di dompet saya serba “kucel”.

Jika semua pedagang sama dengan penjaga toko ini, berarti hari ini saya bangkrut.. hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s