Arah Jempol Menentukan Jarak

“Punten Pak, bade naroskeun. Umpami bade ka Cikalong kedah ngalangkungan ka mana nya, Pak?” Saya bertanya dengan kemampuan bahasa Sunda seadanya.

Si Bapak menjawab, “Teras ka simpang tilu, Jang. Candak arah kanan teras lurus engke kapendak bunderan lima, lurus bae ka arah Kawalu.”

“Hoo.. Tebih nya, Pak?” Saya taya kembali.

“Cakeut, Jang.” si Bapak menjawab sambil mengacungkan jempolnya.

“Hatur nuhun pisan, Pak.” kemudian kami pun mengikuti instruksi si Bapak.

Dan ternyata dari tempat kami bertanya ke tempat tujuan jaraknya hampir 85km jauhnya.. Wah-wah.. si Bapak ngerjain.. hehehe..

Setiba di tempat tujuan, kami pun dijelskan tentang arti kata ‘cakeut‘ alias ‘dekat’ dan sinyal arah jempol.

Pertama, klo kata ‘cakeut’ diikuti dengan acungan jempol ke arah atas, berati masih jauh atau sangat jauuhh… ~~!!

Sebaliknya jika kata ‘cakeut’ diikuti dengan acungan jempol ke arah bawah berarti dekat. Walaupun sinyal jarak sedikit membingungkan, setidaknya arah yang ditunjukkan tidak salah sama sekali..  ^^..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s