Saya Pilih Sistem Heterogen Dibanding Sistem Homogen

To the point saja.. saya pilih mengembangkan sistem yang heterogen atau sistem yang terdiri dari berbagai macam platform dibandingkan sistem homogen atau sistem yang hanya terdiri dari platform sejenis saja. Mengapa..?
Sebelumnya mari kita review dulu apa keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Peratikan grafik berikut ini:
  • Pertama, kita tinjau dari segi keamanan sistem. Sistem homogen cenderung lebih rentan keamanannya. Yang dikhawatirkan adalah apabila terdapat celah yang tidak aman pada sistem. Berbeda dengan sistem heterogen, celah keamanan pada satu sistem belum tentu dimiliki oleh sistem lain.
  • Selanjutnya dari segi kesulitan pembangunannya. Sistem homogen memiliki kemudaan pembangunan yang lebih rendah dibandingkan sistem heterogen. Settting dan pengujian yang dilakukan untuk sistem homogen hanya dilakukan pada satu sistem. Berbeda dengan sistem heterogen, kita juga harus memikirkan komunikasi antara sistem-sistem yang berbeda.
  • Berikutnya dari segi biaya, pada dasarnya biaya untuk membangun sistem heterogen lebih rendah dibandingkan sistem heterogen. Biaya pembangunnan pasti akan berhubungan dengan tingkat kesulitan. Semakin rumit suatu sistem, biayanya pun akan semakin besar. Namun jika kita bisa mencermati, sistem homogen tidak selalu lebih murah dari sistem heterogen. Sistem homogen sangat berpotensi membuat salah satu vendor memonopoli harga. Jadi bisa saja sistem homogen lebih mahal dibandingkan sistem heterogen.
  • Terakhir dari segi performa, sistem homogen lebih baik performanya dibandingkan sistem heterogen. Sistem homogen tidak perlu memikirkan komunikasi antara beda sistem seperti yang dilakukan sistem heterogen.
Kesimpulannya, keduannya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Hanya saja kita bisa mengambil titik tengahnya. Bahwa idealnya sistem homogen memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, maka harus kita hindari. Sistem heterogen pun memiliki kesulitan dan membutuhkan biaya yang tinggi, namun dapat kita siasati dengan pembatasan seberapa heterogen sistem tersebut. Jadi, saya tetap pilih sistem heterogen dibandingkan sistem homogen.
Referensi:
1. Opini : Kultur Tunggal atau Heterogen dalam Sistem Operasi, dari Budi Rahardjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s