Bandung “Offroad” City

Kepikiran nama ini karena pengalaman saya berkendara vespa di jalan kota Bandung. Ceritannya begini:

Saya adalah orang yang memiliki kegiatan rutin yaitu berkendara dari Gegerkalong Girang (Rumah) – Gelap Nyawang (ITB: kampus dan kantor) – Setiabudi (Gedung Ilkom/ FPMIPA 2 UPI – 2 kali seminggu) – Gelap Nyawang – Gegerkalong Girang. Rute ini lah yang selalu dijejaki Vespa biru (sebut saja si Biru) yang seumuran dengan saya.

Biasanya si Biru tidak pernah mengeluh tentang jalan. Namun kali ini, dia mengeluh sakit pada roda depannya. Setelah saya cek, yaa ampun.. ternyata dia cedera rangka depan. Antara stang dan roda ternyata tidak singkron. Sedikit melakukan diagnosa, saya menelusuri apa penyebab cidera tersebut.

Saya berusaha menerawang rute perjalanan si Biru dalam membantu kegiatan saya. Dari Gegerkalong, aman-aman saja, banyak polisi tidur gak jelas tapi sudah biasa. Berlanjut ke Setiabudi, beberapa kali saya bisa menghindari lobang-lobang kecil walau akhirnya sesekali tidak terelakkan oleh kegesitan si Biru (lobang besar di tengah-tengah jalan).

Siliwangi, saat turunan banyak jalan yang tidak rata dan saat tanjakan pun sama demikian. Sumur Bandung pun lebih parah lagi.

Syukurlah jalan wilayah kebun binatang sedikit aman walau ada lubang-lubang kecil di pinggir jalan. Tapi berbeda di Jalan Ganesa yang tampak tidak terurus.

Selanjutnya, jalan yang sama saya tempuh beberapa kali hingga akhirnya pada sekitar jam 7 malam jalan ini terasa lebih menantang. Baru keluar dari jalan Ganesa langsung dicegat dengan lubang kecil di pinggir jalan kebun binatang. Jalan siliwangi yang tidak rata sedikit menggetar-getarkan setang si Biru. Naik ke Cihampelas, menjelang belokan ke  Cipaganti, jalan kerikil berpasir serta ada kubangan air bekas hujan tadi sore seakan-akan menyambut kami. Masuk jalan setia budi, wah-wah.. sudah macet, lobang-lobang kecil mengganggu, dan banyak lobang di pinggir jalan bekas proyek galian. Gegerkalong pun menyapa dengan tanggul-tanggul yang gak jelas.

Fiuhh.. akhirnya sampai juga di rumah..

Namun saat ini Si Biru sedikit ngambek kepada saya.

“Saya kan Vespa biasa, jangan disuruh offroad dong..!!”

Tapi saya menjawab..

“Tenang saja, kamu gak sendirian kok, masih banyak yang senasib dengan kamu.. hehehe..” ~~!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s