Tour of Silicon Valley

Hari ini kami mengikuti kuliah pertemuan ke-2 RPL Lanjut. Materinya masih seputar pengenalan dan motivasi.

Nah.. untuk membuat kami (mahasiswa) sedikit tertarik dengan materi yang akan disampaikan nantinya, dosen kami bercerita pengalaman pribadinya menjelajahi kota San Francisco, California USA dan sekitarnya. San Francisco adalah kota yang akan kita lewati untuk sekedar transit jika ingin pergi ke Amerika (benar juga.. masih ingat masa kecil saya ke Mississippi pesawat transit di San Farncisco).

Sedikit tentang San Francisco, kota ini berada di tepi pantai dan terletak di bagian barat Amerika. Walau di tepi pantai, kota ini cenderung berhawa dingin (menurut dosen, saya kurang tahu karena pada saat saya ke sana memang sedang musim dingin). Dan salah satu maskot kota ini adalah jembatan terkenal di seluruh dunia ‘Golden Gate’.

Namun bukan itu yang menjadi topik utama kuliah ini. Ya.. tak lain dan tak bukan, yang menjadi fokusnya adalah suatu kawasan yang menjadi tempat perkumpulan industri IT terbesar di dunia dan juga dikatakan sebagai surga bagi orang-orang IT, Silicon Valley. (gambar dari: http://www.rainbowanchorstone.de/assets/images/siliconvalley.jpg)

Lho.. mengapa di Silicon Valley perusahaan IT berkembang pesat..? Ternyata banyaknya pesaing yaitu sesama pengembang IT menyebabkan pertumbuhan bisnis IT semakin cepat. Mereka dapat mengetahui info-info dan trend pasar IT dengan cepat. Disana juga disediakan aplikasi-aplikasi yang memungkinkan pertukaran informasi antara satu dengan yang lainnya.

Selain hal-hal di atas, Silicon Valley dihuni oleh komunitas-komunitas pengembang IT. Venture capital (penanam modal) pun siap menggelontorkan dananya untuk ide-ide ‘gila’ dalam pengembangan IT.

Berikutnya beliau pun beranjak dari Silicon Valley ke Stanford University. Sejarahnya, universitas yang didirikan oleh Stanford ini dibangun demi majunya ilmu pengetahuan di dunia. Mengapa beliau punya ide seperti itu..? Berawal dari kematian anaknya akibat penyakit yang tidak ada obatnya waktu itu, atas dasar itu beliau berpaham bahwa ilmu pengetahuan harus lebih maju dan harus terus maju agar semua persoalan dapat ditemukan solusinya. (keren.. ^^)

Dan kini, Stanford dihuni oleh orang-orang dengan kreatifitas tinggi dan juga pekerja keras.

Lantas, apa hubungannya dengan Silicon Valley..? Ternyata pada Stanford University ini terdapat ruangan-ruangan yang dibangun atas kerjasama pihak Stanford dengan perusahaan di Silicon Valley. Tujuannya adalah demi kepentingan riset di bidang IT. Dan konon kabarnya disana terdapat Bakrie Room, namun kualitas ruangannya..? (yaa.. tahu sendiri lah.. hehehe..)

Nah.. pertanyaan standar, “Kapan Indonesia seperti itu..?”. Hanya khyalan..? Mimpi..? Ya.. paling tidak mimpinya sudah ada, tinggal menunggu wujudnya.. hehehe..

Setidaknya apa yang menjadi inti dari cerita pengalaman beliau membekas pada diri saya, kita itu harus bangga menyatakan bahwa “I’m a software engineer“.

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s