“Itu Betul”

Siang hari di ruang keluarga, ketika itu ayah sedang duduk santai sambil mengipaskan angin karena cuaca memang lumayan panas.

Nobita: AYAH!.. Ada suatu permintaan.

Ayah: Apa lagi..?

(Doraemon menyimak sambil memberi makan ikan)

Ayah: Pasti minta dibelikan sepeda.. jangan.. jangan.. itu berbahaya

Nobita: Bukan itu.

Ayah: Ha.. teropong bintang.., jangan harganya mahal.

Nobita: Bukan itu..

(Nobita keluar dan masuk lagi membawa sebuah benda)

Nobita: Batu ini..

(terdiam beberapa saat)

Nobita: Tolong pecahkan dengan kepalan tangan..

Ayah: (Kaget) BERCANDA YA..!!

Nobita: Kalau ayah tidak mau memecahkannya, akan membuatku jadi bingung.

Ayah: Mustahil, tangan bisa rusak.

Nobita: (memaksa) Tolong dong, yah.

Ayah: (sedikit kesal) Jangan mengada-ngada.

Nobita: (pasrah, ditemani Doraemon) Bagaimana dong..?

Doraemon: (penasaran) Kenapa sih ribut saja..?

Nobita: Ceritanya begini.

(flashback ke kejadian di taman, ada Suneo, Giant, dan temen nobita)

Suneo: Papaku yang terhormat seorang direktur..

Teman Nobita: Ayahku seorang guru, otaknya cemerlang.

Giant: Belum apa-apa, ayahku orangnya kuat. Papan seperti ini, dengan tangan kosong bisa terbelah. Apakah ayahmu bisa seperti ini?

Suneo: Ayahmu lebih hebat.

Giant: Ayahmu..?

Teman Nobita: Pasti kalah..

Giant: (melirik Nobita) Tidak bisa apa-apa..

Nobita: (kesal) Jangankan papan segitu, ayahku bisa memecahkan batu ini dengan kepalan tangannya.

Semua: WEE.. (kaget)

(kembali lagi ke kamar)

Nobita: Oleh karena itu, saya ingin mempertujukkan pemecahan batu ini kepada yang lain.

Doraemon: Kenapa berbohong..?

Semua Teman: NOBITAAA… (memanggil dari luar)

Nobita: Anu.. ayah sekarang tidak dirumah.

(Ayah tiba-tiba muncul dari halaman, maklum Nobita tidak janjian terlebih dahulu dengan ayahnya)

Ayah: Mau main ya..? Mari masuk..

Suneo: Nah cepatlah..

Teman Nobita: Cepat!! Mana ayahmu kan..

Giant: Kalau kamu ternyata berbohong, tak dapat dimaafkan.

Nobita: Lemess.. Lemess…

Doraemon: Tak ada cara lain, sebaiknya ku keluarkan. (tunting-tunting) Alat yang disebut “Itu betul”.

(Doraemon praktek)

Doraemon: Hidung Nobita berbunga..!!

(Mulai tumbuh bunga di hidung Nobita)

Doraemon: Yang sekarang bohong..

(Bunga mendadak hilang)

Nobita: Aaa.. Kaget.

Doraemon: Berbohong dengan alat ini langsung jadi kenyataan.

Nobita: Hee..

Suneo: Lama sekali..

Temen Nobita: Kayaknya dia bohong.

Giant: Seperti biasanya.

Nobita: (dengan alat Doraemon) Ayah saya dapat memecahkan batu dengan kepalan tangan.

Doraemon: Ya.. ya..

(Tiba-tiba)

Ayah: Badanku bergerak sendiri.

(menyusuri lorong dan masuk ke kamar Nobita, ayah menghantam batu besar itu dengan kepalan tangannya hingga pecah dan semua terkaget-kaget)

Semua: HEBAT…

Suneo: Kuatnya tak kusangka.

Teman Nobita: Ayah Nobita nomor satu.

Giant: kkkkkk.. (kesal dan keluar) Sialan.

Ayah Giant: Diganggu ya?

Giant: Disana ada orang yang lebih kuat dari ayah.

Ayah Giant: APA.. Semua meledek? Aku akan mengadu kekuatan pada ayah Nobita.

(Setiba di rumah Nobita)

Ayah Giant: E.. Ayo bertanding sumo denganku.

Giant: Silahkan..

(Mulai pertandingan di halaman)

Ayah Giant: (mempermainkan ayah Nobita) Ma.. Ma.. Hebat kan.

Ayah: Tidak, jangan denganku.

Suneo: Kok tidak berkutik.

Doraemon: Cepat “Itu Betul”.

Nobita: Ayah bertanding sumo, pasti menang.

(Langsung Ayah mengambil posisi siaga)

Ayah Giant: Ho.. mau jadi lawanku? HAY.. YAA..

Ayah: Walaupun tak suka (sekali tebas ayah Giant terpental jauh).

Ayah Giant: Maaf (malu dan pulang).

Suneo dan Teman Nobita: Ayah Nobita paling hebat di Jepang. (Giant masih malu)

(Ayah kembali ke ruang keluarga)

Ayah: Bisa tidur siang lagi.

Nobita: (masih dengan teman-teman) Sebenarnya rahasia ayahku adalah Super Dan.

Semua: EE..

Nobita: Dapat terbang ke angkasa, lebih cepat dari peluru..

Ayah: (kaget) Apa yang terjadi..??

Doraemon: Sudah keterlaluan (ternyata nobita masih memakai alatnya).

Nobita: (sebelum mengembalikan alat tersebut) Yang terakhir ada satu lagi, ayah memberikan sepeda dan teropong bintang.

(Benar-benar kejadian..)

Ibu: Kenapa barang-barang seperti itu dibeli..? Mulai boros ya.

Ayah: Akupun tidak mengerti..

-habis-

(Doraemon Jilid 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s