Hari Pertama Kuliah Tekmul

Hari ini harusnya menjadi hari spesial untuk Pak Munir, saya dan mahasiswa yang mengontrak Tekmul. Ada 2 kelompok besar mahasiswa, yaitu mahasiswa ilkom non-kependidikan (nondik) dan ilkom kependidikan (dik). Ya, hari ini adalah kuliah pertama kami.

Jam 1 siang (kuliah kelompok nondik), saya dan Pak Munir sudah hadir di ruangan itu.  Lho.., hehehe.. saya lihat ada sedikit raut kekecewaan pada wajah beliau walaupun tetap menebarkan senyum khasnya. Lumayan lah.. cuma ada 5 orang ontime, 3 orang menyusul. Ya.. paling tidak ada 8 orang yang serius di hari pertama ini, ditambah 2 orang dosen, yaa.. ada 10 orang serius di kelas itu. Mungkin ini juga jadi bahan pembelajaran kami.

Jam setengah 4 (kelompok dik) lumayan banyak. Ada 40 orang. Saya juga bingung, mengapa lebih banyak dik dibandingkan nondik yang hadir pada pertemuan pertama..? Entah lah ya.. Mungkin terlalu banyak faktor yang tidak saya ketahui sehingga kesan pertama perkuliahan ini dihiasi dengan rasa sedikit kecewa tetapi juga bangga kepada mahasiswa yang betul-betul serius..

5 responses

  1. Ya begitulah kang culture yang berbeda antara nondik dan dik 07. Tapi semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Nondik 07 lebih individual dan terbagi ke dalam segmen2 kecil.
    Saya pun minta maaf kemarin tidak masuk karena kurang peduli dengan jadwal perkuliahan dan jadi salah perhitungan dech..

    • Sepertinya kurang tepat juga menyalahkan kultur. Apa lagi membandingkan kultur dik dan nondik. Saya rasa semuanya sama.. Permasalahan ini jelas kesalahan pribadi masing-masing. Belajar itu hendaknya disadari oleh pesertanya. Kalau memang tidak niat, jangan menyalahkan kultur. Harusnya individu masing-masing berfikir kembali, apa sih tujuan saya kuliah..? Apa betul ingin belajar, atau terus-menerus tidak mempedulikan aturan dan kemudian menyalahkan kultur..?

      Maaf, saya sedikit protes dengan kalian. Mungkin hari itu saya betul-betul berniat mengajar dan izin dari kantor tempat saya bekerja. Karena saya berpendapat bahwa kesan pertama dalam mengajar itu sangat penting untuk proses belajar mengajar berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s