Ketegaran Hidup Sang Elang

Kemarin malam, saat itu kami (saya, ayah dan adik) sedang menonton televisi. Nah kebetulan siaran sedang iklan national geographic yang mengisahkan tentang elang. Entah pernah baca dimana, Ayah pun bercerita tentang ketegaran hidup elang kepada kami.

Semua orang pasti setuju kalau elang adalah makhluk gagah penguasa udara. Sayapnya yang kuat dan kekar mampu terbang cepat membelah angin melintasi pegunungan. Paruh dan cakar yang kuat serta sorot mata yang tajam mengindikasikan dialah predator angkasa nomor satu di dunia.

Namun tidak banyak orang yang tahu, dibalik kegagahan sang elang tersimpan misteri hidup yang menyakitkan. Elang dapat hidup cukup lama, yaitu sekitar 70 tahun. Namun, pada sekitar usia 40 tahun, elang dihadapkan pada 2 pilihan yang sangat berat. Pada usia tersebut elang mengalami proses penuaan pada organ tubuhnya. Cakarnya melemah, paruhnya memanjang, bulunya menebal, namun sayapnya melemah sehingga tidak mampu menopang tebalnya bulu yang tumbuh. Pilihannya adalah menyerah dan mati karena kondisinya atau berjuang untuk menjalani proses peremajaan yang sangat menyakitkan.

Untuk berubah menjadi remaja, elang yang sedang lemah akan terbang dan membuat sarang ke puncak gunung yang sangat tinggi. Dalam proses tersebut, elang akan mematuk-matukkan paruh dan cakarnya ke batu hingga semua terlepas dari tubuhnya. Elang pun harus menunggu hingga paruh dan cakar yang baru tumbuh. Dan ketika paruhnya sudah cukup kuat, elang akan mencabuti bulu-bulunya satu persatu menggunakan paruh tersebut. Proses yang menyakitkan itu terus dialami elang hingga 5 bulan lamanya. Pada akhirnya, elang pun dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan barunya.

Belajar dari elang, setiap orang pasti mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya dan kesuksesan dalam menjalaninya adalah suatu pilihan. Orang yang tegar dan terus berusaha pasti akan menemukan jalan keluarnya, sebaliknya yang pasrah akan kondisi dan terlarut dalam kesedihan akan mati ditelan masalah. So.. belajarlah dari kegagalan, tinggalkan prilaku lama yang menyebabkan kegagalan. Jika ternyata kita mengalami kegagalan lagi, jangan lupa untuk bangkit kembali dan terus berusaha..

Semoga bermanfaat..

(terima kasih kepada ayah yang telah mengispirasi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s