Tugas 3 (Part #1) : Dasar-dasar membuat mmi

Bismillah..

Bapak dan Ibu peserta kuliah Multimedia Matematika, pada akhir pertemuan 3 ini kita akan mencoba sedikit explorasi tentang teori, teknik dan bagaimana cara mengimplementasikan suatu project multimedia pembelajaran. Langsung saja..

Tahap -tahap membuat mmi.

Pada dasarnya, tiap-tiap orang punya metode sendiri dalam menentukan tahap-tahap membuat mmi. Namun bagi pemula, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dalam membuat mmi yang baik. Beberapa referensi yang saya temukan:

Tujuh langkah mudah membuat multimedia pembelajaran (menurut Romi SatriaWahono)

1. Tentukan jenis multimedia pembelajaran, dalam tulisannya disebutkan ada 2 jenis multimedia pembelajaran, yaitu: multimedia presentasi pembelajaran dan multimedia pembelajaran mandiri. Salah satu yang membedakan antara keduanya adalah metode penerapannya. Multimedia presentasi pembelajaran digunakan sebagai alat bantu guru dalam memberi materi, sedangkan multimedia pembelajaran mandiri difokuskan agar siswa mampu belajar sendiri walaupun tanpa peran langsung dari guru.

2. Tentukan tema materi ajar.

3. Susun alur cerita (storyboard).

4. Mulai buat sekarang juga!

5. Gunakan teknik ATM (Amati, tiru, dan modifikasi).

6. Tetapkan target.

7. Ingat terus tiga resep success story, yaitu

  • Berani mencoba dan mencoba lagi
  • Belajar mandiri (otodidak) dari buku-buku yang ada (perlu investasi membeli buku)
  • Tekun dan tidak menyerah meskipun peralatan terbatas

^^ Terima kasih pak Romi atas ilmunya..

Referensi lain yang saya temukan di dunia maya:

Tips dan trik membuat multimedia pembelajaran (menurut Uwes Chaeruma dalam blognya “multimediapembelajaran.blogspot.com)

Tips #1: Optimalkan Komponen Pemicu (Triger)

Triger dalam multimedia pembelajaran meliputi judul, tujuan pembelajaran dan appersepsi yang menarik dan menantang.

Trik #1: Sulap Judul menjadi Lebih Menarik dan Menantang

Judul, merupakan titik awal sebagai penarik perhatian pengguna. Contoh teknik penjudulan

* “TATA SURYA”, akan lebih menarik jika kita rubah menjadi “SEPERTI APAKAH KEADAAN DI LUAR ANGKASA?”;
* “BIAYA, PENERIMAAN DAN RUGI/LABA”, tentu akan lebih menarik jika kita sulap menjadi “CARA MUDAH MENGHITUNG RUGI LABA”; atau
* “INTEGRAL”, akan lebih menarik jika diganti dengan “MENGHITUNG LUAS BENTU-BENTUK TIDAK BERATURAN”.

Trik #2: Modifikasi Tujuan Pembelajaran

Pengguna (user) perlu diberitahu manfaat ayang akan diperoleh dari multimedia pembelajaran. dePorter dkk, mengistilahkannya dengan istilah AMBAK (Apa Manfaatnya BAgi Ku?). Dengan rumusan tujuan yang jelas, siswa mengetahui manfaat dan arah yang jelas saat menggunakan media tersebut.

Trik #3: Berikan Appersepsi yang Kontekstual

dePorter dkk. dalam buku “Quantum Teaching” memfungsikan apersepsi untuk ‘membawa dunia mereka kedunia kita’. Yaitu, mengaitkan apa yang telah diketahui atau dialami pengguna dengan apa yang akan dipelajari dalam multimedia pembelajaran. Kontekstualitas dalam apersepsi menjadi penting, karena kita mencoba ‘menarik’ mereka ke dunia yang kita ciptakan dalam media, melalui hal-hal yang dianggap paling ‘akrab’ dengan pengguna. Disinilah diperlukan kalimat atau narasi penghubung dari ‘dua dunia’ yang mungkin berbeda. Dengan menyatukan kedua dunia ini, maka pengguna ‘merasa diajak’ berkomunikasi dengan media kita. Jika perlu gunakan, bahasa yang ‘menantang’ dan sedikit ‘memprovokasi’ dalam artian positif. Mari kita perhatikan contoh appersepsi berikut: Selamat datang dalam software pembelajaran fisika. Dalam software pembelajaran ini, kamu akan mempelajari tentang impuls, momentum dst…..

(Catatan: contoh kalimat atau narasi seperti ini biasanya muncul sebagai kalimat pembuka)

Tentunya akan lebih baik jika dibuat lebih kontekstual dengan materi yang akan dibahas dalam multimedia tersebut. Perhatikan contoh yang satu ini:

Anda tentu pernah bermain bola basket. Bagaimana bola basket dapat memantul dengan sempurna? Begitu pula halnya dengan bola volley atau bola sepak. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Topik ini akan membahas tuntas pertanyaan tersebut. … dst.

(Catatan: Appersepsi seperti ini bisa dalam bentuk teks atau divisualisasikan dalam bentuk narasi (audio), animasi plus narasi, atau bahkan video)

Tiga komponen pemicu ini, khususnya judul dan appersepsi, penting dioptimalkan. Apalagi jika multimedia yang Anda kembangkan adalah media berbasis web. Sebab kalau diawal saja tidak menarik, dalam hitungan detik, pengguna langsung kabur, bur, bur bur!

^^ wah ilmunya bermanfaat sekali pak Uwes Chaeruma.. terima kasih banyak..

Oke, sebelum masuk pada penjelasan berikutnya, silahkan tarik kesimpulan sendiri tentang langkah-langkah membuat multimedia yang baik. Oya, jangan lupa untuk searching metode-metode lainnya..

Setelah menemukan kesimpulan, silahkan lanjutkan pada materi Dasar-dasar membuat mmi (part#2).. ^^

5 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s