Archive

Archive for the ‘Roof Tile’ Category

Apple to Apple

8 April 2012 Leave a comment

(Gambar diambil dari www.flickr.com)

Istilah ‘apple to apple‘ sering digunakan untuk mendeskripsikan metode komparasi yang baik.  Artinya bahwa apabila melakukan suatu komparasi, pastikan komponen-komponen pendukung harus benar-benar sama. Simpelnya sih, Aku (umur 26 tahun) lebih tinggi dari adikmu (umur 5 tahun), komparasi ini adalah komparasi yang tidak baik. Contoh lain, Dari visual tracking process, mengoptimalkan algoritma appearance feature description lebih cepat dari mengoptimalkan algoritma decission pada visual tracking, diperlukan peninjauan lebih lanjut untuk menyatakan bahwa contoh ini adalah metode komparasi yang baik. Jadi untuk melakukan komparasi hendaknya masuk akal serta pastikan komponen-komponen pendukung harus benar-benar sama, jika tidak maka komparasi tersebut dikatakan komparasi ‘apple to orange‘.

Flowchart Visual Tracking

7 April 2012 1 comment

The flowchart of visual tracking (dikutip dari sini).

Roadmap Penelitian S3

3 April 2012 Leave a comment

Roadmap penelitian versi 1.0, terdiri atas 14 tahap. Kurva pada tiap tahap menunjukkan waktu pengerjaan tahap tersebut, sedangkan kurva hitam menunjukkan perkembangan progress penelitian secara keseluruhan.

Kiat Menyelesaikan S3

28 March 2012 Leave a comment

Pada salah satu pertemuan kuliah filsafat ilmu, Prof. Soegijarjo membahas tentang bagaiman kiat menyelesaikan studi S3. Beliau merekomendasikan 2 referensi penting yang dapat dibaca dan diambil poin-poin pentingnya. Referensi tersebut adalah:

  1. The Research Student’s Guide to Success (Pat Cryer, Open Univ. Press – 1996)
  2. How to Get a PhD. (<lupa pengarangnya>, Open Univ. Press – 1996)

Beberapa poin penting yang dapat diambil dari pembicaraan beliau adalah, sebagai berikut:

  • Pahami bahasa Inggris yang formal dan ilmiah.
  • Buat list apa saja yang perlu dilakukan.
  • Cari sumber dana yang memadai.
  • Tentujan way of life.
  • Pahami fasilitas kampus.
  • Time management.
  • Towards recognizing good research.
  • Interaksi dan bimbingan dengan promotor dan pembimbing.
  • Keeping records.
  • Tanggung jawab pada progress.
  • Gotong royong.
  • Membuat laporan.
  • Presentasi.
  • Korespondensi dengan para pakar.
  • Pahami teknik ‘elevator pitch‘.
  • Kreatif, buat mind mapping.
  • Persiapkan diri untuk ujian.
  • Whole brain learning. Penah saya tulis di sini.
  • Jaga kesehatan, dan
  • Realistis!
  • Berdo’a dan beribadah.

Beberapa poin tersebut harus dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab. Menurut saya, beberapa poin yang perlu ditambahkan antara lain:

  • Pahami resiko yang harus diterima selama menyelesaikan S3.
  • Cari tools yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian.
  • Perdalam kemampuan untuk membuat model yang efektif.
  • Pahami teknik-teknik mencari underground website. Dapat dilihat di sini.
  • Aktif mengamati kondisi lingkungan dengan cara membaca berita kondis aktual.
  • Cari tempat makan yang murah namun bersih dan enak. Sesekali berpuasa, karena biaya yang harus dikeluarkan akan besar.

Pastinya masih banyak komponen yang perlu diperhatikan selama menyelesaikan pendidikan S3, namun yang paling penting adalah konsisten dan bertanggung jawab pada apa yang direncanakan.

Lima Hal yang Harus Dijawab dalam Disertasi

14 March 2012 1 comment

Disertasi adalah dokumen karya ilmiah yang harus diselesaikan oleh mahasiswa S3 sebagai syarat untuk memperoleh gelar doktor. Agar dapat dikatakan disertasi yang baik, maka isi disertasi tersebut harus mampu menjawab beberapa hal yang berhubungan dengan poin-poin, sebagai berikut:

Manfaat dan Urgensi

Isi disertasi harus bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Selain bermanfaat, sebuah disertasi harus mempertimbangkan faktor urgensi dari penelitian yang dilakukan. Manfaat dari disertasi dapat berupa manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka pendek atau pun manfaat yang akan dirasakan pada masa yang akan datang. Faktor manfaat dan urgensi disertasi dapat ditinjau dari pengaruhnya terhadap keselamatan jiwa atau dari ukuran ekonomi.

Kompleksitas

Disertasi harus mampu menjawab masalah yang kompleks. Disertasi yang membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sangat sederhana akan disebut sebagai disertasi yang ‘trivial‘, sedangkan disertasi yang memandang masalah yang sebenarnya sangat kompleks dengan terlalu sederhana akan disebut sebagai disertasi yang ‘naive‘.

Kebaruan

Isi disertasi harus memiliki kebaruan yang merupakan kontribusi dari penulis terhadap pemecahan masalah yang diangkat. Disertasi tidak boleh mengulang penelitian yang pernah diteliti oleh orang lain. Faktor kebaruan ini juga yang membedakan antara disertasi satu dengan lainnya. Kebaruan dapat berarti sesuatu yang benar-benar baru dan belum pernah diteliti sebelumnya, atau dapat berarti kontribusi yang menghasilkan solusi yang lebih baik metode pemecahan sebelumnya.

Akurasi

Akurasi berarti performa dari solusi terhadap suatu masalah dapat terukur dan signifikan dari metede yang sudah ada.

Generik

Solusi yang diajukan pada disertasi harus ‘membumi’, artinya dapat diimplementasikan untuk mencari solusi pada berbagai masalah. Dengan kata lain, isi disertasi harus mampu menjawab berbagai masalah. Disertasi yang ideal adalah yang berada pada level semantik dari 4 level pencapaian (pragmatis, statistik, sintaksis, dan semantik).

Categories: filsafat ilmu, Roof Tile

Proses yang Efektif

13 March 2012 1 comment

Bagaimana mendapatkan proses yang efektif?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu akan dibahas tentang pengertian proses yang dimaksud pada pertanyaan tersebut. Menurut referensi, pengertian Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Apabila proses dihubungkan dengan komputasi, maka proses komputasi berarti urutan pelaksanaan atau kejadian untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Dari pengertian tersebut, proses komputasi yang efektif adalah cara-cara yang efektif untuk menemukan pemecahan masalah menggunakan suatu algoritma tertentu sehingga resource yang dibutuhkan menjadi minimal.

Bagaimana mendapatkan proses komputasi yang efektif? Komputasi yang efektif dapat diperoleh dengan cara menerapkan prinsip kemangkusan algoritma dan prinsip analisis desain algoritma. Faktor yang mempengaruhi kemangkusan algoritma yaitu:

Kemampuan mencapai goal

Pemilihan algoritma yang digunakan harus menemukan mampu goal-nya. Pemilihan algoritma yang salah dapat berakibat paling fatal yaitu proses tidak dapat berhenti dan terus-menerus mencari goal. Kondisi tersebut disebut dengan ‘looping forever‘.

Run time

Run time dapat diukur dengan kompleksitas waktu algoritma. Selain mampu mencapai goal, waktu proses pencapaian goal tersebut sebaiknya tidak membutuhkan waktu yang lama. Perhitungan kompleksitas waktu tidak dapat diukur secara langsung, karena sangat bergantung pada kemampuan hardware yang digunakan. Perhitungan kompleksitas waktu yang paling umu adalah dengan cara menghitung kompleksitas looping dari algoritma dan dinyatakan dalam notasi Big O.

Kebutuhan ruang memory

Algoritma yang baik adalah algoritma yang tidak membutuhkan ruang memory yang besar. Pemanfaatan variabel yang efektif menjadi kunci penting untuk mendapatkan algoritma yang tidak membutuhkan memory yang besar. Manajemen variabel yang baik dan pemanfaatan variabel lokal juga dapat meminimalkan pemanfaatan ruang memory.

Completeness

Completeness berati kemampuan algoritma untuk menemukan semua goal yang dapat dicapai. Beberapa algoritma ‘cepat puas’ apabila telah menemukan sebuah goal, namun sayangnya goal yang ditemukan tersebut belum tentu optimal. Selain algoritma yang ‘cepat puas’, ada pula algoritma yang ‘penasaran’, yaitu algoritma yang berusaha menemukan semua goal yang terdapat dalam pemecahan masalah. Beberapa permasalahan sudah memiliki formulasi tertentu untuk menemukan solusi optimal tanpa harus menelusuri semua solusinya, namun masih banyak permasalahan yang belum memiliki formulasi khusus untuk menemukan solusi optimalnya.

Untuk membuktikan apakah proses yang terjadi adalah proses yang efektif, maka sebaiknya algoritma tersebut diterapkan pada sistem yang seminimal mungkin untuk meminimalkan faktor kemampuan hardware yang digunakan. Selain itu, buktikan tanpa menggunakan interface, karena belum ada formulasi tertentu yang mengatur kompleksitas tampilan yang berhubungan dengan interaksi manusia dan komputer.

Lanjutkan bacaan ke Lima Hal yang Harus Dijawab dalam Disertasi.

Categories: filsafat ilmu, Roof Tile