Salah Satu Alamamater Ku Nan Jauh di Sana
Lokasinya deket MSU, kampus tempat Ayah saya mengambil program masternya. Mungkin biar gampang antar jemput kali ya..
Tempat tinggal kami pertama kali adalah di titik no.1 sebelum akhirnya pindah ke Jln. North Nash yang ditunjukkan titik no.2. Kenangan tersendiri tinggal di sini. Menunggu bus sekolah pagi-pagi buta jam 6, dikejar-kejar anjing saat bermain sepeda di titik A, mengaji tiap sore saat sabtu dan minggu di Mississippi Islamic Center (sebenarnya dulu hanya berbentuk masjid kecil dimana umat muslim di sekitarnya melaksanakan shalat berjamaah, berkumpul dan mengaji Al-Qur’an), hingga merasakan dinginnya salju di akhir tahun.
Ini dia jarak tempuh yang harus ditelusuri bus sekolah saat pergi dan pulang sekolah. Mr. Douglas, pria ramah berbadan gempal berkulit hitam tanpa sehelai rambut di kepalanya menjadi jendral bus sekolah kami dan pantang baginya disusul oleh bus sekolah lainnya. Dengan gaya hip-hop zaman dulu, Mr. Douglas menyemangati kami dengan teriakan-teriakan yang saat itu saya tidak tau artinya.. haha.. yang penting saya teriak ‘yeaaahh…!!’ sambil mengacungkan tinju.. hahaha..
Oya, saat Mississippi Buldogs – klub football – akan berlaga, maka kami semua akan diliburkan. Semua masyarakat pasti terfokus pada pertandingan. Jln. North Nash pun akan padat dengan mobil-mobil yang terparkir. Ribuan manusia berbondong-bondong menuju stadion yang jaraknya tidak jauh dari sana. Bahkan masyarakat di sana rela mengenakan kostum-kostum yang ribet sambil berjalan berkilometer jauhnya demi menyaksikan klub kesayangannya. Maklum saja, Mississippi Bulldogs adalah salah satu klub football yang sangat disegani di dunia per-fooball-an. Hmm.. klo dibandingin, mungkin MUnya soccer lah.. hehehe..
Haha.. pagi-pagi malah nostalgia saat sekolah SD dulu.. Gak kerasa waktu berjalan cepat dan sekarang harus kuliah di program doktor. Mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi penyemangat buat belajar menjadi lebih baik..




Komentar Terupdate